Lantaran, takut tidak lulus, dengan penuh ketakutan dan kepolosan korban, selama enam bulan itu, korban melayani nafsu bejat si guru JM.
BACA JUGA:Asusila Oknum ASN Terhadap Murid di Bengkulu Utara ke MA
BACA JUGA:Dugaan Asusila Terhadap Anak oleh Oknum Tenaga Pendidik, Pemberkasan Akhir
"Diancam tidak naik kelas itu, bang. Makanya dia takut," terangnya lagi.
Meski demikian, motif pelaku JM melakukan aksi bejatnya itu masih didalami oleh kepolisian.
Pasalnya, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan pelaku JM telah menikah dan miliki dua orang anak perempuan.
Namun apabila melihat fisik korban, patut diduga bahwa pelaku guru honorer JM ini tergoda dengan kecantikan dan kemolekan anak muridnya, meskipun telah ditutupi menggunakan hijab itu.
"Tapi untuk motif lebih lanjutnya, masih terus kita dalami lagi,"tuturnya.
BACA JUGA:Alasan Pendidik Pelaku Asusila (Harus) Disanksi Berat
BACA JUGA:Langkah Polisi Sikapi Darurat Asusila di Bengkulu Utara
Kronologi Penangkapan
Setelah mendapatkan laporan dari korban yang didampingi keluarganya itu, pihak kepolisian lanjut melakukan gelar perkara untuk menelusuri keberadaan pelaku JM.
Pasalnya, pada saat pelaporan itu, pelaku JM ini telah kabur ke tempat asal usulnya di Kabupaten Lebong.
Personel lanjut melakukan pelacakan dimana posisi dan alamat pelaku JM yang di kabarkan kabur ke Kabupaten Lebong itu.
Usut punya usut, meskipun pelaku sudah berhasil ditemukan keberadaannya, mempertimbangkan istri pelaku yang masih di Bengkulu Utara akan melahirkan, maka polisi terus mengintai dan akhirnya sesuai siasat, pelaku JM benar kembali ke Kabupaten Bengkulu Utara.
BACA JUGA:Bengkulu Utara DARURAT ASUSILA
BACA JUGA:Jaksa Soroti Angka Kasus Narkotika dan Asusila di Bengkulu Utara