Dalam Kebisuanku
UG DANI -ist-
Wanita itu masih seperti yang ia ingat. Wajahnya lembut, senyumnya hangat. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Kebahagiaan itu nyata.
Tidak ada kesedihan di matanya.
Lelaki itu terdiam, tangannya mengepal di atas meja.
Dalam sekejap, semua harapannya runtuh.
Selama ini, di kepalanya, dia terus bertanya—apakah wanita itu juga merasakan kehilangan seperti dirinya? Apakah ada bagian dari hati wanita itu yang masih menyimpan kenangan tentang mereka?
BACA JUGA:Serambi Mesjid Kami Yang Kotor
BACA JUGA:RUMAH MATAHARI 2
Tapi melihatnya sekarang, dia tahu jawabannya.
Tidak.
Wanita itu sudah benar-benar pergi dari hidupnya, dengan atau tanpa kenangan tentang mereka.
Sore itu, lelaki itu kembali berdiri di trotoar yang sama, di bawah lampu jalan yang mulai menyala.
Sekali lagi, dia menyalakan sebatang rokok, menghisapnya perlahan.
Tapi kali ini, dia tidak akan duduk berlama-lama. Tidak akan terjebak dalam pikirannya sendiri.
BACA JUGA:Belajar dari Sang Gagak
BACA JUGA:Belenggu Sistem