MALING KONDANG
Ilustrasi-radarutara.bacakoran.co-
Ia enggan untuk memeriksakan luka di kakinya dan tetap melanjutkan akivitas curangnya setiap hari. Hingga suatu Ketika Ketika oja melakukan aktivitas seperti biasa yang tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa di bagian lukanya.
Setelah diusut secara medis, akhirnya oja di fonis terkena diabetes, itulah sebab dari lukanya semakin memburuk ditambah lagi oja adalah perokok aktif, dan gemar mengkonsumsi rasa manis menambah keberlangsungan penyakitnya.
BACA JUGA:Mendoakan Kematian?
BACA JUGA:Tirani Biru dan Isinya yang Terbelenggu
Semakin parah luka oja dari hari ke hari. Semasa oja masih sehat, tanah yang ia tinggali kemudian di alih atas namakan ke anak sulungnya, malin.
Sedangkan anak perempuannya merajuk yang akhirnya memutuskan merantau menjadi tkw ke Taiwan lantaran merasa iri dengan malin yang memiliki perangai masa bodoh dengan ayahnya justru diberikan Amanah tanah warisan. Sedangkan dia, yang memiliki kasih sayan yang tulus untuk oja, justru diabaikan.
“enak jadi, mas malin. Orangnya punya perangai negatif. Malah justru di kasih I sama bapak. Sedangkan aku cuman dapat hikmahnya saja.” Ia harus merelakan meninggalkan anak sematawayangnya untuk mengalihkan perasaan benci dan kalutnya.
Berbeda dengan posisi malin, yang sudah berpangkat menjadi dokter dan memiliki tahta warisan yang hal itu pun hasil dari percekcok an keluarga besar.
BACA JUGA:Dendam Seorang Perempuan
BACA JUGA:Dalam Kebisuanku
Ia dapat merampas warisan yang awalnya bukan haknya. Betapa tentramnya hidupnya jika dipikir-pikir. Namun ironi nya meskipun telah di berikan Amanah tahta warisan, tapi malin justru semakin masa bodoh terhadap oja. Ia hanya berharap agar bapaknya agar segera tewas.
Justru malin bisa dengan teganya mentelantarkan bapaknya di Gudang rumah bagian belakang yang bentuknya saja nyaris roboh.
Kondisi oja semakin memburuk tubuhnya yang membengkak dari mulai wajah hingga kaki yang membusuk, berlumuran darah, dan nanah hingga mengering dan basah lagi begitu seterusnya.
Betapa baunya semerbak satu rumah. Iska dan keluarga kecilnya lah yang harus ikut merasakan aroma luka busuk setiap hari, hingga iska tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari terutama masak dan makan.
BACA JUGA:Mendoakan Kematian?