MALING KONDANG
Ilustrasi-radarutara.bacakoran.co-
Oja dulunya memiliki keluarga, yang dikaruniai dua orang anak. Anak sulungnya laki-laki dan yang kedua Perempuan.
Namun, semasa dulu oja tidak memberikan nafkah yang baik kepada keluarganya,sehingga istri oja harus bersusah payah banting tulang demi mencukupi kebutuhan harian dan Pendidikan dua orang anaknya. Sedangkan oja, ia menetap di kediaman ibunya semenjak ia bercerai dengan istrinya.
“hmm,, enak-nya hidupku,,, sudah tak terbebani dengan keluarga, punya penghasilan banyak tanpa harus bekerja keras. dan hasilnya, kunikmati sendiri, hahaha.. tapi aku harus bekerja keras untuk mencari alasan yang tepat supaya orang-orang Kembali percaya padauk”.
Selang berapa tahun kedepan anak-anak oja tumbuh menjadi dewasa dan memiliki perangai yang berbeda pula, anak sulungnya bekerja menjadi dokter di salah satu rumah sakit, sedangkan anak perempuannya, bekerja menjadi staff di salah satu bank ternama. Kedua anak oja telah berkeluarga.
BACA JUGA:Mendoakan Kematian?
BACA JUGA:Tirani Biru dan Isinya yang Terbelenggu
Anak Perempuan oja memiliki perangai yang baik, memiliki rasa kasih sayang terhadap oja, meskipun waktu ia masih kecil, oja tidak pernah mengurus, memberikan nafkah dengan baik.
Oja menempati satu rumah dengan satu keponakannya, karena berhubung warisan peninggalan orang tua mereka masih berada dalam satu rumah. Hampir setiap hari oja dan iska bertengkar. Karena oja gemar mengumbar omongan-omongan yang tidak benar tentang iska.
“kau tidak usah mengumbar mulut wanitamu itu paman! Apa maksutmu bicara seperti itu kepada orang-orang luar hah! Aku tidak akan sudi menolongmu jika sesuatu terjadi kepadamu, tinggal saja kau dengan anak-anakmu!”.
“memang kenapa?! Ini juga rumahku, peninggalan warisan dari ibuku sendiri. Aku juga punya hak tinggal disini, jadi kamu tidak berhak mengusirku!”.
Iska hanya bisa bersikap masa bodo terhadap ulah pamannya, yang kian hari, kian menjadi.
BACA JUGA:Dendam Seorang Perempuan
BACA JUGA:Dalam Kebisuanku
Lambat laun setiap bertambahnya tahun, semakin berkuranglah Kesehatan oja. Awal mula kesengsaraan oja yaitu Ketika ia sedang mengurus ayam jantan kesayangannya, kemudian kaki bagian bawahnya dipatuk oleh ayam kesayangannya itu.
Dari tragedi tersebut kaki oja mengalami luka patuk yang mulanya terlihat sepele, semakin lama luka di kaki oja semakin melebar dan menunjukkan gejala infeksi, namun oja adalah orang yang keras kepala.