Sekuntum Mawar dengan Tangkai yang Patah

Ilustrasi-pixabay.com-

Astagfirullahhh!!! Tubuhnya hilang keseimbangan lalu terhuyung jatuh. Dengan gerakan salah, kepala Bu Darmi menukik berat dan beradu dengan batu yang banyak berada di sekitaran sungai.

BACA JUGA:Tanah Kuburan Mbah Bendera

BACA JUGA:SANG PELATIH

"Ibu!!!!" teriak Sisha memburu. "Ada apa Bu!!!!!!"

Lana juga tak tinggal diam. Dia segera menyongsong ke arah teriakan. Ketika telah sampai di lokasi, semua terperanjat melihat Bu Darmi yang pucat tak sadarkan diri.

Lana segera mengangkat kepala ibunya.

Semua berteriak memanggil Bu Darmi. Lana menggoyang-goyangkan tubuh Bu Darmi. Terasa dingin badanya. Tak lama Lana pun kaget bergidik manakala tangannya telah basah oleh cairan berwarna merah. Cairan kental kehitaman itu mengucur keluar dari kepala bagian belakang Bu Darmi. Lana panik luar biasa. Ia segera periksa denyut nadi ibunya. Percuma, Lana tertunduk lemas.

"Tolong!!!! Tolongg!!!" pekik Sisha. Semua menangis pagi itu. Larungan tangis bersambut dengan kedatangan warga. Hiruk pikuk warga yang gaduh segera menggerubung dan menenangkan Sisha yang menggelijang hebat karena ketidakpercayaannya. Rizqita juga tak henti memeluk erat sahabatnya yang meraung itu. Sisha berontak sekuat tenaga. Batinnya yang kacau berteriak kencang mengapa takdir ini menimpa dirinya. Mengapa kesibukan dan kegirangan melenakan dirinya. Mengapa di hari suci ini dirinya tak sempat bersimpuh memohon ampun kepada ibunya. Penyesalan itu larut lalu berubah asam untuk selanjutnya menciptakan kesedihan.

Selesai

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan