Tes Cepat HIV 4 Wilayah Puskesmas, Ini Hasilnya

Sub Koordinasi Bidang Sub Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular, Bintoro Wahyudi-Radar Utara/Abdurrahman Wachid-

Penelusuran media, dari jumlah angka kasus yang muncul atau terdeteksi secara resmi oleh daerah, PSK menjadi salah satu dari mereka yang terpapar ODHA. 

Selain itu, periode tersebut diketahui 2 pasangan suami istri juga menjadi ODHA. Pada 2022, tingkat kematian sebanyak 5 orang ODHA di daerah ini, 2 diantaranya adalah wanita tuna susila. Selebihnya, 3 orang merupakan pasangan rumah tangga. Masing-masing berjenis kelamin wanita dan laki-laki. 

BACA JUGA:Dinas Satpol PP Halau Penyebaran HIV dan Sifilis di Mukomuko

BACA JUGA:Dinas Satpol PP Halau Penyebaran HIV dan Sifilis di Mukomuko

Sedangkan pada 2023 lalu, juga terdapat 2 pasangan suami istri terpapar penyakit yang belum ada obatnya ini. Seorang diantaranya, juga telah meninggal dunia.

ODHA Masih Bisa Ditangani 

Pemerintah menyerukan, agar mereka yang terjangkit virus yang menyerang imunitas atau daya tahan tubuh manusia ini, sebenarnya masih dapat ditangani. 

Dengan catatan, terbuka dan siap menjalani pendampingan medis yang dilakukan pada setiap puskesmas yang menyebar sebanyak 22 unit fasilitas kesehatan di daerah ini. 

Pratiwi mengatakan, pendampingan yang akan dilakukan dipastikan menjaga kerahasiaan identitas serta pendampingan dan obat-obatannya pun diberikan secara cuma-cuma alias gratis. 

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Deteksi Dini Penyebaran HIV dan Sifilis

BACA JUGA:Satpol PP Gelar Patroli Gabungan Deteksi Dini Penyebaran HIV dan Sifilis

"Langkah terbuka ini sangat penting, selain memudahkan penanganan serta mengantisipasi penularan yang mungkin saja terjadi. Khususnya di lingkar keluarga," ucap Pratiwi, mengedukasi. 

Selain wajib mengkonsumsi obat-obatan gratis seumur hidup. Pratiwi juga menegaskan, tertib mengkonsumsinya juga menjadi sangat penting.

Tepat yang dimaksud, mulai dari mengkonsumsi obat setiap hari, tepat jam dan digunakan seumur hidup. Kesadaran ini sangat penting. Untuk pengendalian penularan kepada lingkar keluarga khususnya. 

"Karena seorang pengidap, memungkinkan menularkan virus kepada pasangannya. Kemudian, bisa menularkan lagi pada anak yang dikandung, jika tidak segera mendapatkan penanganan pendampingan yang tepat dan cepat oleh petugas medis," ungkapnya.

BACA JUGA:Perilaku Seksual Menyimpang LSL, Penyumbang Terbesar HIV AIDS di Bengkulu

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan