MAKAM KERAMAT BAH UYUT

Ilustrasi-ist-

Menurut Pak Darma, bahwa leluhurnya adalah pendiri Kampung Karangsambung, Pak Durmadil. Pak Darma mengetahui hal itu dari catatan manuskrip keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Pak Darma adalah generasi kedelapan dari keluarga Pak Durmadil. Darma bin Durma bin Eman bin Usup bin Aca bin Jaen bin Tosin bin Durmadil.

BACA JUGA:SESUATU DALAM MAHKOTANYA

BACA JUGA:Celurit Matrah

Sebelum memutuskan untuk kembali ke Kampung Karangsambung ini, Pak Darma mencari sebanyak mungkin manuskrip dan cerita tentang leluhurnya itu.

Hasilnya, dia sangat yakin kalau Kakek Buyutnya, Pak Durmadil dimakamkan di kompleks pemakaman Sirnaraga, Kampung Karangsambung.

Cerita Pak Darma membuat Kakek sedikit jengkel karena yang dia tahu, bahwa Bah Uyutlah pendiri kampung ini. Dia yakin tidak mungkin ada orang lain yang lebih hebat dan lebih sakti dari Bah Uyut.

Bukan. Bukan Pak Durmadil yang dimakamkan di bawah pohon beringin ini. Pasti Bah Uyut yang bersemayam di dalam cungkup yang indah itu. Tidak mungkin orang lain.

BACA JUGA:Defisit Kebudayaan: Sastra dalam Bayangan Pasar dan Prinsip 5W-1H

BACA JUGA:Kembali ke Laut

Pikiran Kakek berlayar ke mana-mana. Dia melihat Pak Darma yang sangat tenang dan begitu yakin dengan leluhurnya membuat Kakek makin sebal melihatnya. Dalam pikiran Kakek terbersit juga keraguan "Apakah benar Bah Uyut itu leluhurnya? Apakah benar yang dimakamkan di bawah pohon beringin itu adalah Bah Uyut leluhurnya? Bukankah leluhurnya juga hanya diketahuinya dari kata "konon"?" Pikiran-pikiran liar Kakek makin membebani tubuh ringkihnya.

Sementara itu, Kakek mengamati Pak Darma sedang melihat selembar kertas lusuh dengan tulisan Arab yang tidak asing bagi Kakek. "Ya, tulisan itu sama persis dengan yang terpahat di nisan makam Bah Uyut".

"Jangan-Jangan."

Bandung, 1 Januari 2025

BACA JUGA:Ibu Sambung

Tag
Share