Iklan doni 2

Cecep Ingin Menjadi Kaya

Mahrus Prihany-ist-

Dengan kepandaian Cecep menyesuaikan diri pada lingkungan masjid, dan Cecep juga berusaha keras mengaji dan memperdalam ilmu agama dengan banyak membaca buku agama yang ada di perpustakaan masjid, banyak jama’ah masjid menaruh rasa suka pada Cecep. Cecep sering mendapat kiriman makanan dari para jama’ah.

Tak sampai setahun menjadi marbot, Cecep meminta izin untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Sebagai marbot, ia mendapat gaji walau tak terlalu besar.

BACA JUGA:Wajahmu Berbeda

BACA JUGA:Sekuntum Mawar dengan Tangkai yang Patah

Ia tentu tak perlu mengeluarkan biaya kontrak rumah karena tinggal di masjid. Dengan penuh penghematan dan penuh prihatin pula, Cecep bisa melanjutkan pendidikan perguruan tingginya. 

Tak sampai lima tahun kemudian Cecep bisa menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya. Selama itu pula ia juga memendam hasratnya pada perempuan.

Ia harus menyimpan perasaan cintanya pada Cindy Novitasari, teman kuliahnya yang sangat ia cintai. Ia sadar dan cukup tahu diri akan keadaan ekonominya.

Seusai kuliah, Cecep sambil tetap tinggal di masjid, juga mulai melamar pekerjaan di kantor atau perusahaan. 

Cecep diterima bekerja di sebuah lembaga pendidikan, sekolah. Ia menjadi seorang staf administrasi di sana. Tak sampai setahun ia memutuskan keluar karena tahu persis ia tak akan bisa maju jika bertahan di situ.

BACA JUGA:Dendam

BACA JUGA:Di Balik Pintu Hotel Melati

Cecep melamar pada perusahaan-perusahaan bonafide di ibu kota. Hampir semua perusahaan yang memanggilnya untuk wawancara hanya menawarkan posisi sebagai seorang sales. Cecep merasa tak cocok dengan semua itu.

Beberapa tahun berlalu, Cecep belum juga ingin menikah. Baginya itu bisa menghambat cita-citanya untuk menjadi orang kaya.

Tapi Cecep juga mulai heran, mengapa ia belum juga menjadi kaya. Ia kini telah bekerja di sebuah perusahaan sebagai tenaga administrasi. Gajinya seakan hanya cukup untuk membayar kontrakan – karena ia tak tinggal di masjid lagi – dan biaya makan sehari-hari.

Bagaimana ia bisa menjadi kaya seperti juragan Juned di kampungnya jika hidupnya hanya seperti ini. Bahkan untuk mengangsur sepeda motor saja ia masih merasa berat. Tapi Cecep belum menyerah, ia harus menjadi orang kaya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan