Bulog Serap Beras 12.000/kg, Petani Bilang Beras Dusun Lebih Tinggi

Bulog Serap Beras 12.000/kg, Petani Bilang Beras Dusun Lebih Tinggi-Radar Utara / Abdurrahman Wachid -
Pun, katanya lagi, petani lebih memilih menjual beras kepada para touke yang notabene touke ini membeli dengan harga yang lebih tinggi daripada harga tersebut.
Hitungannya, masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara di tingkat pengecer memjual belikan beras dengan satuan cupak, atau senilai 1,6 kilogram percupak, rata-rata dipasarkan seharga Rp 22.000 rupiah.
Artinya, apabila harga percupak Rp 22.000, setidaknya harga perkilogram beras lokal ini harus diharga Rp 13.500 hingga Rp 14.000 perkilogramnya.
BACA JUGA:Dear Petani, Ini Sebab Harga Beli Gabah hingga Beras Di Bawah HPP
BACA JUGA:Mengulas Sejarah Kejayaan Swasembada Pangan Indonesia, Pengekspor Beras Terbesar di Dunia
"Kalau dijual kiloan, itu harusnya, Rp 14.000 perkilogram,"tuturnya lagi.
Lagi, dirinya pesimis target 1000 ton setara beras serapan bulog untuk Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Bengkulu Utara, bisa menembus target itu apabila hargnya masih Rp 12.000 perkilogram.
Kembali ditegasnya, petani padi tentunya tidak menginginkan keuntungan yang tinggi pula, pada saat menjual gabah atau beras milik mereka.
Selain biaya operasional yang semakin tinggi, menurut kebanyakan para petani padi yang ada di daerah ini, bertanam padi belum bisa menjadi prioritas lantaran harganya masih belum sesuai dengan operasional itu sendiri.
BACA JUGA:RESMI! Penyetopan Bantuan Beras di Bengkulu Utara Capai 704 Ton Beras
BACA JUGA:Perkuat Ketahanan Pangan Tersedia Beras Cadangan Pangan 18,43 Ton
"Kayaknya susah untuk nembus target itu, kalau harganya masih segitu. Karena petani sebenarnya sudah banyak yang malas nanam padi, kalau enggak untuk cadangan makanan keluarga sendiri,"tuntasnya.