Iklan doni 2

Perempuan Penggenggam Pasir

Ilustrasi-radarutara.bacakoran.co-

"Kamu nggak perlu larut lebih jauh. Udah bener keputusanmu. Kamu berhak bahagia. Larung sesak dan kenangan. Tiba di Macau nanti, nikmati surga yang disediakan Tuhan untukmu," kata Bunda Sofia, mucikari yang jadi induk semang Zulaikha.

Tubuhnya gemuk, riasan tebal  dengan mata sayup teduh.  Bunda Sofia merupakan sosok dingin yang disegani di kingdom prostitusi bentukannya.

BACA JUGA:LELANANGE JAGAD MERINGKUK DI KOSAN

BACA JUGA:Wanita yang Nglungsungi Seperti Ular

Belum usai. Zulaikha menggigit bibir bawahnya dengan gigi.

"Om Handarbeni?"

"Oh tidak lagi" geleng Bunda Sofia malas melanjutkan "bedebah tua itu mati karena over, Zulaikha? Bukan salahmu."

"Tapi..."

"Untuk itulah kita di sini" potong Bunda. "Bunda nggak mau kamu balik ringkih lagi."

"Bang! Bener nggak ini titik koordinatnya. Sudah sejam lebih" gerutu Anggi, seorang dari 6 penumpang termasuk Zulaikha. Semuanya berprofesi sama.

BACA JUGA:Sungai Yang Meminta Kedatangan

BACA JUGA:Rubik Hati Naras

"Udah nggak usah ngeluh, oke" komando Bunda Sofia "lepas ini, bunda nggak bisa lagi dampingi kalian. Nah itu...!!!" tunjuk Bunda ke sebuah kapal kargo yang pelan mendekat.

***

Dalam kabin kapal kargo semua perempuan muda nan cantik itu berkumpul. Induk semang mereka sedang rapat dengan babon baru yang akan menjadi germo pengganti selama tinggal di Macau. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan