Sekuntum Mawar dengan Tangkai yang Patah

Sabtu 08 Feb 2025 - 21:01 WIB
Reporter : redaksi
Editor : Ependi
Sekuntum Mawar dengan Tangkai yang Patah

Pagi usai salat ied, sang ibu sangat gembira melaksanakan ibadah tahun ini bersama putrinya. Raut wajah Bu Darmi juga berangsur angsur cerah. 

Di dapur, ketiga perempuan itu menyiapkan segala cemilan dan makanan untuk menyambut tamu saat datang berkunjung. Di luar  Lana terlihat tengah sibuk menyapu karpet.

Rencananya saat hidangan sudah selesai tersaji di beranda depan, sebelum pintu dibuka terlebih dahulu semua keluarga akan bermaaf-maafan di sana. Hal ini sudah bagian dari tradisi.

BACA JUGA:Negeri Jenggala

BACA JUGA:Maksum Najibut

"Bu. Kayunya hendak habis. Jika begini opornya akan kurang empuk. Biar ku panggil kakak untuk mengambil kayu bakar lagi" kata Sisha.

"Ah tak perlu. Jangan ganggu mood kakakmu. Biar dia selesaikan urusannya itu" jawab Bu Darmi sambil berjalan keluar. "Aku saja"

Bu Darmi berjalan ke samping kontrakan hendak mengambil kayu bakar. Dekat dengan sungai dan sedikit curam, Bu Darmi menuruni lingkungan itu dengan hati-hati. Tiba tiba seekor ular kecil menyelusup di antara jari kakinya. Bu Darmi kaget dan membanting diri ke arah kanan.

Ia teriak kencang.

Astagfirullahhh!!! Tubuhnya hilang keseimbangan lalu terhuyung jatuh. Dengan gerakan salah, kepala Bu Darmi menukik berat dan beradu dengan batu yang banyak berada di sekitaran sungai.

BACA JUGA:Tanah Kuburan Mbah Bendera

BACA JUGA:SANG PELATIH

"Ibu!!!!" teriak Sisha memburu. "Ada apa Bu!!!!!!"

Lana juga tak tinggal diam. Dia segera menyongsong ke arah teriakan. Ketika telah sampai di lokasi, semua terperanjat melihat Bu Darmi yang pucat tak sadarkan diri.

Lana segera mengangkat kepala ibunya.

Semua berteriak memanggil Bu Darmi. Lana menggoyang-goyangkan tubuh Bu Darmi. Terasa dingin badanya. Tak lama Lana pun kaget bergidik manakala tangannya telah basah oleh cairan berwarna merah. Cairan kental kehitaman itu mengucur keluar dari kepala bagian belakang Bu Darmi. Lana panik luar biasa. Ia segera periksa denyut nadi ibunya. Percuma, Lana tertunduk lemas.

Kategori :

Terkait

Sabtu 29 Mar 2025 - 20:29 WIB

Dalam Kebisuanku

Sabtu 22 Mar 2025 - 20:23 WIB

Serambi Mesjid Kami Yang Kotor

Sabtu 22 Mar 2025 - 20:23 WIB

RUMAH MATAHARI 2

Sabtu 15 Mar 2025 - 19:12 WIB

Belajar dari Sang Gagak

Sabtu 08 Mar 2025 - 20:17 WIB

Belenggu Sistem