Sekuntum Mawar dengan Tangkai yang Patah

Sabtu 08 Feb 2025 - 21:01 WIB
Reporter : redaksi
Editor : Ependi

"Kau tahu Lana" kata Rizqita pada sebuah percakapan. "Sisha begitu rindu dengan ibunya. Kau tak sekalipun membalas pesan WA. Kakak macam apa kau!" 

Bu Darmi yang terkejut hanya menatap putranya yang bersandar pada pintu. Dia melihat Lana sama sekali tak berani beradu pandang dengannya.

Sambil memegang dahi dan mengusap rambutnya, Lana menyeru:

"Untuk apa membalas WA dia. Bukankah dia sudah makmur dengan suami hasil zinahnya!"

"Lana cukup!!" hardik Bu Darmi dengan masih tersedu. "Sudah! Terpenting sekarang kita berkumpul sebagai keluarga lagi."

BACA JUGA:Sungai Yang Meminta Kedatangan

BACA JUGA:Rubik Hati Naras

"Menurutmu demikian??" balas Rizqita lagi. "Sisha hanya hitungan bulan menikah. Setelah itu suaminya menceraikan dia tanpa alasan. Kau tahu??" lanjut Rizqita sambil menunjuk Sisha. " Adikmu itu lontang lantung di Banjarmasin kayak orang hilang. Hampir ia jadi sasaran lelaki hidung belang. Kau tahu...Dia ingin pulang lekas. Tapi kau selalu diam hingga tumbuh suatu kebenaran di hatinya."

"Kebenaran bahwa dia memang pelacur? Bukan begitu Sisha." Mata Lana menatap tajam adiknya.

Sisha tak menjawab. Memang di awal kepulangannya ia telah serahkan segala keterangan dan alasan kepada sahabatnya. Sisha tak mau bicara dengan kakaknya. Percuma.

Perdebatan terus bergulir. Beragam bukti dan alasan telah Rizqita uraikan dengan detail. Sahabatnya itu mengungkapkan bahwa Sisha memang bersalah, tapi sekarang sangat tulus untuk hijrah. Sayangnya Lana tetap jengkel dan kokoh pada prinsipnya.

BACA JUGA:Natal di Keluarga Barbara

BACA JUGA:MAKAM KERAMAT BAH UYUT

"Sudah Lana. Cukup kataku" Bu Darmi menengahi debat itu. "Kau bukan wanita yang melahirkannya. Kau tak bakal paham perasaan ini. Sekarang kita sudah bersatu. Lupakan masa lalu. Besok idul fitri dan mari saling memaafkan."

Kata kata ibunya tak bisa Lana ganggu gugat. Ia meredam emosinya. Dengan diam, dia keluar rumah untuk mencari udara segar.

*

Kategori :

Terkait

Sabtu 29 Mar 2025 - 20:29 WIB

Dalam Kebisuanku

Sabtu 22 Mar 2025 - 20:23 WIB

Serambi Mesjid Kami Yang Kotor

Sabtu 22 Mar 2025 - 20:23 WIB

RUMAH MATAHARI 2

Sabtu 15 Mar 2025 - 19:12 WIB

Belajar dari Sang Gagak

Sabtu 08 Mar 2025 - 20:17 WIB

Belenggu Sistem