
"Tolong!!!! Tolongg!!!" pekik Sisha. Semua menangis pagi itu. Larungan tangis bersambut dengan kedatangan warga. Hiruk pikuk warga yang gaduh segera menggerubung dan menenangkan Sisha yang menggelijang hebat karena ketidakpercayaannya. Rizqita juga tak henti memeluk erat sahabatnya yang meraung itu. Sisha berontak sekuat tenaga. Batinnya yang kacau berteriak kencang mengapa takdir ini menimpa dirinya. Mengapa kesibukan dan kegirangan melenakan dirinya. Mengapa di hari suci ini dirinya tak sempat bersimpuh memohon ampun kepada ibunya. Penyesalan itu larut lalu berubah asam untuk selanjutnya menciptakan kesedihan.
Selesai
Kategori :