4. Perbedaan Warna dan Aroma yang Jelas
Oli asli biasanya memiliki warna yang jernih, seperti kuning keemasan, merah, atau biru, tergantung pada merek dan jenisnya.
BACA JUGA:Masih yang Banyak Belum Tau ! Kenali Tips Menyetel Spion Mobil Supaya Terhindar Dari Blind Spot
Di sisi lain, oli palsu sering tampak keruh, gelap, dan mungkin mengandung endapan.
Selain itu, oli palsu biasanya memiliki aroma menyengat yang kurang enak, berbeda dengan oli asli yang tidak berbau menyengat.
Keaslian oli juga dapat diperiksa melalui teksturnya. Oli asli memiliki tekstur halus tanpa partikel kasar, sementara oli palsu sering kali mengandung kotoran yang dapat merusak komponen mesin kendaraan.
Kerugian Menggunakan Oli Palsu
1. Kerusakan Lebih Cepat pada Komponen Mesin
Komponen mesin memerlukan pelumasan berkualitas tinggi untuk mengurangi gesekan selama pengoperasian.
BACA JUGA:Ikuti Tips Ini, Jika Mobil Anda Ingin Selalu Optimal Saat Liburan Nataru
Oli palsu, yang umumnya dibuat dari bahan murah, tidak mampu memberikan pelumasan yang memadai. Akibatnya, gesekan antar bagian mesin meningkat.
Gesekan yang tidak terkendali ini mempercepat keausan pada komponen penting seperti piston, katup, dan bantalan.
Dalam waktu singkat, performa mesin akan menurun drastis, dan jika dibiarkan, kerusakan yang lebih besar tidak dapat dihindari.
2. Pelumasan yang Buruk Dapat Merusak Mesin
Sebaliknya, oli palsu sering kali tidak memiliki aditif yang cukup untuk mencegah oksidasi dan penguapan pada suhu tinggi.