Digitalisasi Pendidikan Melalu Program Sagusala Berlanjut di 2026

Bupati Mukomuko saat menyerahkan bantuan Laptop untuk guru di daerah ini-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO — Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Salah satu program strategis yang dipastikan berlanjut pada tahun 2026 adalah program satu guru satu laptop (Sagusala), yang menjadi bagian dari visi dan misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, Choirul Huda–Rahmadi.

Program ini sebelumnya telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para guru penerima. Namun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah dan tenaga pendidik di Kabupaten Mukomuko.

Oleh karena itu, pada tahun anggaran 2026, Pemkab memastikan program tersebut tetap dilanjutkan secara bertahap agar pemerataan pemanfaatan teknologi pendidikan dapat terwujud.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, S.Pd, MM, menyampaikan bahwa program satu guru satu laptop merupakan bagian penting dari upaya transformasi pembelajaran di era digital.

Menurutnya, keberlanjutan program ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Genjot Digitalisasi Pendidikan Melalui Program Sagusala

BACA JUGA:Digitalisasi Pendidikan Percepat Capaian Merdeka Belajar

“Program satu guru satu laptop akan tetap dilanjutkan di tahun 2026. Ini adalah komitmen kepala daerah untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi di sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, laptop yang diberikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana administrasi pembelajaran, tetapi juga sebagai media pengembangan metode mengajar yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan dukungan perangkat teknologi, guru diharapkan mampu menyusun bahan ajar digital, mengelola evaluasi pembelajaran secara lebih efektif, serta meningkatkan literasi teknologi di lingkungan sekolah.

Meski demikian, Arni Gusnita mengakui bahwa hingga saat ini besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk melanjutkan program tersebut masih dalam tahap pembahasan. Penentuan jumlah anggaran akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan pendidikan di Kabupaten Mukomuko.

“Untuk anggaran, saat ini masih dalam proses pembahasan. Nanti akan disesuaikan dengan kemampuan APBD dan kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Genjot Digitalisasi Pendidikan Melalui Program Sagusala

BACA JUGA:Program Satu Guru Satu Laptop Bakal Diperluas ke Pesantren Tahun 2026

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus melakukan pendataan dan pemetaan terhadap sekolah serta guru yang belum menerima bantuan laptop. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan