Iklan doni 2

Rente jadi Celah Pengganggu Serapan Gabah Pemerintah

Beras hasil serapan gabah di Bengkulu yang akan dicek standar kualitas sebelum masuk gudang-Radar Utara / Benny Siswanto-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Nestapa pertanian, bukan cuma menyorot tidak sedikitnya jaringan irigasi yang rusak hingga alih fungsi pertanian. Serapan gabah pemerintah 2025 yang ditargetkan 3 juta ton, memiliki potensi kendala yakni praktik rente yang masih membayangi petani selama ini. 

Tak sedikit, petani turun sawah untuk bercocok tanam, bermodalkan hutang. Pemerintah, perlu menjadikan situasi ini sebagai mitigasi persoalan yang perlu disikapi agar swasembada pangan yang dicanang bisa tercapai dengan tenggat waktu dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai pemerintahan Prabowo - Gibran.

Proyeksi penyerapan gabah pada musim panen raya saat ini, Bulog diminta menyerap 3 juta ton gabah hasil panen petani. Dengan harga Gabah Kering Panen atau GKP hari ini di harga Rp6.500 per kilogramnya, praktis menjadi awal sumringah pada pahlawan pangan yang selama ini nestapa dihadapkan dengan jahatnya sistem pasar dan spekulan nakal hingga pegiat rente. 

Sekretaris Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso berujar medio April 2025 ini, pemerintah telah melakukan penyerapan gabah petani secara nasional pada angka 1 juta ton setara beras. Itu artinya, penyerapan gabah setidak-tidaknya sudah di capaian 2 juta ton yang menjadi soko cadangan beras pemerintah atau CBP. 

BACA JUGA:Serap Gabah Petani, Bulog Bengkulu Berpotensi Lampaui Target

BACA JUGA:Masuk Musim Panen Padi : Petani Jual Gabah Rp 6.500 ke Penggilingan

"Bulog telah mencapai angka penyerapan sebanyak 1 juta ton setara beras," kata Arwakhudin Widiarso di Jakarta, Senin, 14 April 2025 disadur dari Antara. 

Tugas penyerapan gabah petani kepada Bulog untuk tahap pertama tahun 2025 yang akan dilaksanakan hingga April ini, ditegaskana Arwakhudin, bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Anggaran Bulog atau anggaran bulog 2025 yang diberikan perkuatan oleh pemerintah, agar mampu melaksanakan tugas penyerapan gabah petani, diketahui kini membopong anggaran hampir Rp40 triliun. 

Fiskal mumpuni Bulog itu, selain disuntik oleh APBN TA 2025 nyaris Rp17 triliun atau senilai Rp16,6 triliun, perusahaan pelat merah ini juga mendapatkan tambahan anggaran dari Kementerian Pertanian.

BACA JUGA:DPRD Minta Pemerintah Awasi Serapan Gabah dan Beras Petani, Per April Bengkulu Utara Ditarget 300 Ton

BACA JUGA:Pemkab Kecolongan, Harga Jual Gabah Kering Dibawah HPP

Tugas penyerapan gabah petani, tentunya linier dengan tugas pengolahan beras yang nantinya akan disimpan pada gudang milik Bulog yang menyebar di seluruh Indonesia. 

Adapun jumlah gudang Bulog di Indonesia, turut dijabarkan website resmi Bulog pada 2024 perusahaan di bawah naungan Kementerian BUMN ini pada Juli 2024 memiliki tidak kurang 1.600 unit gudang. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan