Iklan doni 2

Masyarakat Enggano Murka, Pelindo Apa Kabar?

Masyarakat Enggano Murka, Pelindo Apa Kabar? -Radar Utara / Benny Siswanto-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Terhentinya layanan transportasi laut dari dan menuju Enggano, disebab pendangkalan alur kolam di Dermaga Pulau Baai selama 2 pekan, akhirnya membuat masyarakat murka. 

Pemerintah didesak, segera mengambil langkah-langkah strategis menyikapi persoalan lawas yang tak kunjung mampu ditanggulangi otoritas dermaga sejak 2018. 

Baru-baru ini, menyebar dari gawai ke gawai soal luapan kekesalan tokoh adat salah satu pulau terdepan dan terluar Indonesia yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. 

Mencermati video edited berdurasi 53 detik, tampak para tokoh adat pada pulau yang menjadi kecamatan dan memiliki 6 desa yakni 6 desa yakni Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kahyapu dan Ka'ana itu. 

BACA JUGA:Pendangkalan Alur Pulau Baai Sebabkan Pertashop Tutup Sejak Lebaran, SPBU Andalkan BBM dari Padang

BACA JUGA:Gunakan Exavator, Alur Pulau Baai Mulai Dikeruk

Video yang menampakkan lembaga adat dan para kepala suku, beberapa peserta didik yang menggunakan almamaternya berwarna merah serta masyarakat lain mengungkapkan persoalan, permasalahan hingga tuntutan kepada pemerintah atas tak kunjung beroperasinya layanan kapal laut, sebagai imbas pendangkalan alur Dermaga Pulau Baai Bengkulu.

"Kami lembaga adat Enggano dan kepala suku. Kami menyampaikan bahwa, saat ini ribuan masyarakat Enggano terancam terisolir. Karena kapal yang menjadi transportasi utama, sudah lebih dari 2 minggu tidak beroperasi. Kebutuhan pokok sudah menipis....," ujar perwakilan lembaga adat yang membacakan narasi tuntutan dan keluhan yang belum teratasi di Enggano. Video ini kentara mulai viral pada Kamis, 10 April 2025 sore.

"Kami menekankan, harus adanya solusi cepat dari pemerintah....," lantang perwakilan lembaga adat yang diawali salam Enggano : Yauwaika. 

BACA JUGA:Tangani Pendangkalan Alur Pulau Baai, Gubernur Helmi Teken Keadaan Darurat

BACA JUGA:Alur Pulau Baai Jadi Atensi Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turut menampakkan murkanya juga sejak kemarin. Tidak lain, politisi PAN yang kembali dipilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Bengkulu itu disebab kesan berlarut-larutnya pengerukan sedimentasi yang menjadi biang kerok pendangkalan alur Pulau Baai Bengkulu. 

Mantan Walikota Bengkulu 2 periode itu, pada Rabu, 9 April 2025, menggelar rapat menyikapi teknis pengerjaan pengerukan pasir pada kolam pelabuhan yang menyisakan kedalaman kurang dari 2 meter dari yang sebelumnya belasan meter. 

Pendangkalan alur Pulau Baai Bengkulu inilah yang menyebabkan kapal pengangkut barang sampai dengan kapal pengangkut BBM untuk Provinsi Bengkulu menjadi terhambat menjalankan fungsinya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan