Seolah muncul dari dunia lain yang jauh terbelakang, namun ternyata suku Tuareg memiliki tulisan tersendiri.
BACA JUGA:Dukungan Terus Mengalir, Dempo-Bang Ken Kian Menguat
BACA JUGA:Monolog Pluto
Tulisan atau aksara ini masih sangat disukai dan dinamakan tulisan Tifinagh.
Tifinagh umumnya dipakai untuk menuliskan bahasa Berber dan merupakan keturunan dari alfabet Lybico-Berber kuno.
Suku Tuareg yang bermukim di Niger, Burkina Faso, Mali dan Aljazair masih sangat suka menggunakan aksara ini.
Adapun tulisan Tifinagh tradisional mereka sebut dengan Tuareg Tifinagh.
BACA JUGA:Jejak Sejarah Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara
BACA JUGA:Upaya Negeri Menggali Serta Mengembangkan Potensi Energi Unggulan Dunia
Selain memiliki tulisan yang dinamakan Tifinagh, suku Tuareg juga memiliki bahasa yang diberi nama Tamacheq.
Mengutip dari Ethnologue, bahasa Tamacheq atau Tamashek memiliki penutur asli lebih dari 900.000 orang hingga Tahun 2022, dan termasuk bahasa yang sedang berkembang.
- MULAI BERMUKIM
Sebagian besar dari suku Tuareg sudah bermukim atau menetap.
BACA JUGA:Pemerintah Terus Berupaya Untuk Memangkas Waktu di Gerbang Tol
BACA JUGA:Cara Terbaik Dalam Berikan ASI untuk Bayi
Beberapa negara yang menjadi tempat bermukim suku pengembara ini diantaranya adalah Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Chad, Burkina Faso, Libya, Aljazair hingga Tunisia.