Cintanya bagaikan kisah Rahwana—mencintai tanpa memiliki.
Dan seperti Rahwana, dia hanya bisa mencintai dalam diam.
Saat bus yang akan membawanya pergi dari kota ini tiba, lelaki itu menatap keluar jendela untuk terakhir kalinya.
BACA JUGA:Belajar dari Sang Gagak
BACA JUGA:Belenggu Sistem
Tasikmalaya kini hanya akan menjadi kenangan.
Dan wanita itu...
Dia akan tetap menjadi bagian dari hatinya, meskipun takdir tak pernah berpihak padanya.
Bus mulai bergerak.
Lelaki itu menutup matanya, membiarkan semua perasaan itu perlahan menghilang bersama perjalanan panjang ke depan.
Selesai.
BACA JUGA:Serambi Mesjid Kami Yang Kotor
BACA JUGA:RUMAH MATAHARI 2
Tentang Penulis
Mencintai dunia sastra dengan menghadirkan karya-karya bertema cinta dan perjalanan hidup.
Menulis beberapa buku sebagai bentuk apresiasi terhadap pengalaman dan perasaan, sekaligus berkontribusi dalam mendukung literasi dan membangun semangat membaca.