Program SSK di Bengkulu Masih Rendah
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, SH, MH.-Istimewa-
BENGKULU, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berncana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) masih terbilang rendah.
Ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, SH, MH. Menurut Zamhari, untuk sekolah jenjang SMA/SMK hanya 2,32 persen, SMP 0,43 persen dan jenjang SD masih nol persen.
"Masih rendahnya program SSK di Bengkulu ini, tercatat hingga Desember 2025. Tentu kondisi ini menjadi tantangan kita bersama," ungkap Zamhari.
Zamhari menjelaskan, program SSK itu menjadi penting diterapkan, karena bagian dari upaya integrasi materi kependudukan ke dalam satuan pendidikan. Dengan kata lain, ini menjadi strategi penting untuk menyiapkan generasi berencana.
BACA JUGA:Bersama Puskesmas dan BKKBN, Desa Suka Makmur Intervensi Angka Stunting
BACA JUGA: BKKBN Diajak Berperan Turunkan Prevalensi Stunting 14 Persen
"Jadi program ini juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang sadar isu kependudukan, keluarga berkualitas dan bonus demografi," jelas Zamhari.
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an menyampaikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu telah diminta untuk bergerak cepat, membuat regulasi program SSK.
"Karena sekolah tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu akademik semata," tegas Mi'an.
Sehingga, lanjut Mi'an, penting bagi Dinas Dikbud untuk segera membuat regulasi, agar sekolah di lingkungan Pemprov Bengkulu dapat menjadi bagian dari SSK.
BACA JUGA:Bersama Puskesmas dan BKKBN, Desa Suka Makmur Intervensi Angka Stunting
BACA JUGA: BKKBN Diajak Berperan Turunkan Prevalensi Stunting 14 Persen
"Kita harus fokus, terutama untuk jenjang SMA/SMK. Barulah setelah itu, pola ini diduplikasi ke jenjang pendidikan di bawahnya melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota," ujar Mi'an.
Lebih lanjut Mi'an mengatakan, sekolah merupakan wahana vital untuk pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda, termasuk dalam menghadapi dinamika kependudukan.