Iklan doni 2

Sinyal Hutan Kian Rusak, Bajing hingga Monyet Tewas Kesentrum

Kondisi penggundulan kawasan hutan yang dikhawatirkan terus mengancam kawasan baku hutan.-Radar Utara/ Benny Siswanto-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Sinyal kuat gerusan perusakan hutan, salah satunya menjadi zona perkebunan usai perambahan, tak cuma ditengarai konflik satwa dan manusia, seperti gajah hingga beruang. 

Tupai hingga monyet, bahkan acap dijumpa lazim menjujug kawasan padat penduduk. Mulai dari memakan tanaman petani, sampai mati tersengat listrik di jaringan listrik negara. Satwa wana, kian mendekati permukian warga.

Sebelum-sebelumnya, kawanan monyet ekor panjang membuat pusing petani lantaran memakan tanaman di ladang milik penduduk yang notabene jauh dari areal hutan, murni merupakan kawasan perladangan jatah transmigrasi. 

Pergerakan satwa wana dengan nama latin macaca fascicularis itu, kian saja mendekati berani. Baru-baru ini sempat heboh di wilayah Dusun 1 Desa Sumber Rejo Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. 

BACA JUGA:Selamatkan 4 Juta Hektare Hutan dan Rp6,6 Triliun, Presiden: Kerja Keras yang Luar Biasa

BACA JUGA:Berharap Kebijakan Pemerintah, Pemulihan Hutan Jangan Korbankan Masyarakat

"Iya, tadi heboh itu emak-emak, katanya monyet muncul di belakang rumah warga," ungkap warga setempat, Kamis, sore kemarin. 

Pernah juga diulas Radar Utara, soal heboh kemunculan beruang madu di sekitaran perladangan penduduk. Diawali medio tahun 2025 tersiar di wilayah Desa Sidodadi Kecamatan Arma Jaya. 

Tak lama kemudian, salah satu satwa rimba dengan nama latin helarcton malayanus itu, juga dikonfirmasi petani di Desa Sumber Rejo, muncul. Konon, mamalia yang masuk familia Ursidae ini, kerap menggunakan pohon jengkol untuk tempat bersarang.

Migrasi Paksa Satwa Liar : Potret Kerusakan Lanskap dan Alarm bagi Ekosistem

Fenomena masuknya kawanan monyet maupun satwa liar lainnya ke area pemukiman warga bukan sekadar peristiwa alam biasa. Hal ini merupakan manifestasi dari ketidakseimbangan ekosistem yang kian nyata. 

BACA JUGA:Gakkum Kehutanan Bakal Habisi Kebun Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Mukomuko

BACA JUGA:Warga Linmas Jaya Nantikan Izin Pengelolaan Hutan Sosial untuk Fasilitas Umum

Nur Hidayatullah Ramadhan, Dosen Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, memberikan tinjauan mendalam mengenai fenomena yang sering disebut sebagai "monyet turun gunung" ini.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan