Bangun Ekonomi dengan Hilirasi Produk Pertanian dan Perkebunan
Gubernur Helmi Hasan dan Wagub Mi'an-Radar Utara / Doni Aftarizal-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengambil langkah strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah, dengan mendorong program hilirisasi produk pertanian dan perkebunan.
Bahkan Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE dan Wakil Gubernur (Wagub), Ir. H. Mi'an berkomitmen untuk mengubah paradigma ekonomi dari sekadar penjual bahan mentah, menjadi pemain utama dalam industri pengolahan.
“Kita tidak boleh lagi hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Sumber daya alam kita ini melimpah, terutama dari sektor pertanian dan perkebunan," ungkap Gubernur Helmi Hasan.
Sehingga, lanjut Helmi, harus bisa diolah sendiri untuk memberikan nilai tambah yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Bengkulu, khususnya para petani.
BACA JUGA:Dinas Pertanian Ingatkan Kios Tak Naikkan Harga Pupuk Subsidi
BACA JUGA:Transformasi Pertanian Indonesia: Dari Sawah Nusantara untuk Dunia
"Hilirisasi ini harus mulai kita fokuskan pada komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi pasar besar, salah satunya seperti komoditi kopi," ujar Helmi.
Selain kopi, sambung Helmi, komoditas seperti kelapa sawit, karet dan lada juga menjadi prioritas. Tujuannya jelas, yakni menghentikan praktik ekspor bahan baku mentah yang nilainya rendah, dan beralih ke produksi barang setengah jadi.
"Atau bahkan barang jadi yang memiliki harga jual lebih tinggi," kata Helmi.
Sebagai contoh, biji kopi yang sebelumnya banyak dijual dalam bentuk gelondong, kini didorong untuk diolah menjadi kopi sangrai atau roasted bean, kopi bubuk, hingga produk turunan lainnya dengan branding khas Bengkulu.
BACA JUGA:TMMD 126 Kodim BU, Lebarkan 3,2 KM Akses Pertanian dan Wisata di Desa Batu Raja R
BACA JUGA:Dinas Pertanian Mukomuko Usulkan 809 Liter Fungisida
“Dengan hilirisasi, kita optimis dapat mendongkrak perekonomian para petani secara signifikan,” tambah Helmi.
Sementara Wagub Mi'an menyampaikan, untuk mendukung program ini, Pemprov Bengkulu tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur pendukung.
