Iklan doni 2

Warga Pondok Batu Desak Perbaikan Tanggul Jebol Sungai Selagan

Kondisi tanggul Sungai Selagan yang terus mengancam pemukiman dan jalan provinsi di Mukomuko-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Warga Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko, bersama warga di sekitarnya mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu segera turun tangan menangani tanggul Sungai Selagan yang telah lama jebol.

Pasalnya, kondisi tanggul yang rusak parah itu semakin mengkhawatirkan, terutama saat musim hujan tiba, karena air sungai berpotensi meluap dan merendam jalan provinsi serta permukiman warga.

Kepala Desa Pondok Batu, Joni Susandra, mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul tersebut bukanlah hal baru.

“Tanggul ini sudah lama jebol, bahkan sudah berulang kali kami usulkan ke pemerintah provinsi maupun pihak balai sungai. Tapi sampai sekarang belum juga ada penanganan,” ujarnya.

BACA JUGA:Dinas Pertanian Usulkan Perbaikan Tanggul Irigasi Jebol ke BWSS VII Bengkulu

BACA JUGA:Cegah Banjir, Kades Pondok Batu Minta Pemerintah Normalisasi Sungai Air Hitam

Menurut Joni, pihaknya bersama masyarakat sudah berupaya menyampaikan laporan dan permintaan perbaikan melalui berbagai jalur.

Bahkan, di tahun sebelumnya sejumlah pejabat dari provinsi telah meninjau langsung kondisi tanggul yang jebol. Namun, meski telah dilakukan peninjauan lapangan, hingga memasuki penghujung tahun ini belum juga ada tanda-tanda perbaikan dimulai.

“Kami sangat berharap agar pemerintah segera bertindak. Kalau tidak segera diperbaiki, bukan hanya jalan provinsi yang bisa terendam, tapi juga rumah-rumah warga di sekitar aliran sungai,” tambahnya.

Selain mengancam akses transportasi utama yang menghubungkan sejumlah desa dan kecamatan, jebolnya tanggul juga dikhawatirkan akan memperparah erosi di sekitar bantaran sungai. Bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka kerusakan bisa semakin meluas dan biaya perbaikannya akan jauh lebih besar.

Warga berharap agar Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BWS VII Bengkulu tidak menunggu hingga terjadi banjir besar baru kemudian mengambil tindakan.

BACA JUGA:Pemerintah Diminta Cepat Tangani Tanggul Sungai di Pondok Batu

BACA JUGA:Jembatan Pondok Batu Bakal Dibangun Permanen, Anggaran Capai Rp 6 Miliar

Mereka meminta agar penanganan segera dilakukan, minimal dengan perbaikan darurat untuk menahan luapan air sungai sementara waktu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan