Misteri Gunung Sagara Garut yang Sering Disebut 'Rinjani van Java'
Misteri Gunung Sagara Garut yang Sering Disebut 'Rinjani van Java'-destinesia.id-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Di Tengah ramainya perbincangan di Media Sosial (Medsos) mengenai Juliana Marins @ajulianamarins Turis Asing asal Brazil yang berakhir tragis seusai jatuh ke jurang Gunung Rinjani.
Namun, tahukah anda ternyata di Pulau Jawa tepatnya di Garut, Jawa Barat yang saat ini dipimpin Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat 2025 ada Gunung yang disebut Rinjani van Java.
Gunung ini adalah Gunung Sagara yang terletak di bagian timur Garut yakni Desa Tenjoagara, Sucinara, Garut bersebelahan dengan Gunung Galunggung dan juga dengan dekat dengan Talaga Bodas.
Bagaimana bisa gunung sagara disebut Rinjani van Java? Hal ini dikarenakan gunung Sagara merupakan salah satu gunung yang sedang hits di kalangan para pendaki gunung karena pemandangan Danau Talaga Bodas yang terlihat dari atas puncak Gunung Sagara seperti sebuah lautan di atas awan.
BACA JUGA:Cirebon, Kota Wali dalam Sepak Terjang Sunan Gunung Jati
Dengan pemandangan ini menjadikan Gunung Sagara sebagai Rinjani van Java. Selain itu, gunung dengan ketinggian 2. 132 mdpl menyuguhkan panorama yang sangat menakjubkan.
Daya tarik utama Gunung Sagara adalah sunrise atau matahari terbitnya yang indah, terlihat dari danau Talaga Bodas yang menambah keindahan suasana di puncak, seakan-akan menyerupai sebuah lukisan yang memanjakan mata.
Apalagi puncak Gunung Sagara juga memberikan pemandangan yang sangat luas hingga 360 derajat, sehingga pengunjung bisa menyaksikan segala yang ada di sekitarnya.
Namun, untuk mencapai Puncak Sagara, pendaki harus melewati empat pos. Dari pos 1 ke pos 2, jalannya landai dan mudah dilintasi. Namun, perjalanan dari pos 2 ke pos 3, kemudian ke pos 4, akan menguji ketahanan fisik dan mental para pendaki.
BACA JUGA:Tempat Perang di Masa Lalu, Ini Sejarah dari Gunung Parang Sukabumi, Jawa Barat
BACA JUGA:Sekat Alam Garut-Tasikmaya, Jejak Sejarah, Mitologi Kuno hingga Magis di Gunung Satria
Jalur yang dilalui adalah menanjak tanpa ada bagian yang datar. Oleh karena itu, pendaki harus dalam kondisi prima untuk dapat mendaki Gunung Sagara.
Bukan hanya keindahannya, Gunung Sagara memiliki daya tarik adalah adanya cerita lokal terkait gunung ini.