Waspadai Ancaman Penyakit Frambusia dan Filariasis
Kadis kesehatan. Bustam Bustomo, SKM-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Meski Kabupaten Mukomuko telah menerima dua sertifikat sekaligus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Yaitu sertifikat bebas frambusia atau penyakit kulit menular dan sertifikat filariasis atau penyakit kaki gajah di tahun 2024 lalu.
Namun masyarakat tetap diminta selalu mewaspadai terhadap kedua penyakit itu meskipun daerah ini terbebas dari penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo SKM mengatakan. Selain waspada, pihaknya juga menunggu laporan dari 17 puskesmas di daerah ini jikalau ada warga yang dicurigai menderita penyakit frambusia dan filariasis.
"Saya juga berharap kepada masyarakat agar dapat menyampaikan laporan kalau ada warga yang dicurigai menyindap penyakit kulit menular dan kaki gajah," harapnya.
BACA JUGA:Waspadai Penyakit Frambusia dan Filariasis
BACA JUGA:Waspadai Penyakit Frambusia dan Filariasis
Ditambahkan Bustam, Kabupaten Mukomuko tahun 2024 lalu menerima dua sertifikat bebas penyakit filariasis atau kaki gajah dan frambusia dari Kemenkes. Apabila pihak puskesmas menemukan ada warga di wilayah kerjanya yang dicurigai mengidap dua penyakit ini.
Tugasnya yaitu memeriksa, mengobati, dan melaporkan kepada Dinas Kesehatan. Kendati sejak beberapa tahun lalu, wilayah ini tidak ditemukan warga yang mengidap penyakit frambusia dan filariasis. Namun tetapi tidak tertutup kemungkinan penyakit itu muncul karena dibawa dari luar.
"Tidak menutup kemungkinan. Seperti malaria, kita sudah bebas dari penyakit itu, tetapi ada saja warga dicurigai mengidap penyakit itu karena diduga berasal dari luar daerah," jelasnya.
Untuk itu, seluruh puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan harus aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini penyakit terutama penyakit frambusia dan filariasis. Petugas Dinkes, sambung Bustam, terakhir menemukan ada satu warga dari Desa Tanah Rekah dinyatakan positif terkena penyakit kaki gajah pada tahun 2017.
BACA JUGA:Waspadai Penyakit Ispa dan Diare Selama Cuaca Panas
BACA JUGA:Dinkes Gandeng Petugas Peternakan Cegah Penyakit Rabies di Mukomuko
Meski warga yang berusia 35 tahun tersebut positif kaki gajah, tingkat infeksi dalam tubuhnya belum begitu parah. Kemudian Mukomuko ditetapkan bebas dari penyakit frambusia atau infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue.
"Karena sejak tahun 2018 tidak lagi ditemukan penyakit tersebut. Selain itu, tim dari Kemenkes juga telah melakukan survei untuk memastikan daerah ini bebas dari frambusia," pungkasnya. (rel)
