Iklan doni 2

Kopi Pahit di New York

Ilustrasi-Erna Wiyono-

Cerpen : Erna Wiyono

"Mereka telah menemukan kembali cinta mereka,  bukan di tengah gemerlap kota yang tak pernah tidur,  tapi di tengah kesederhanaan kehidupan di tanah kelahiran mereka.”

"Tiffany," Daniel memanggil, suaranya sedikit serak.  Dia duduk di sofa, cangkir kopi masih setengah penuh di tangannya.

 Tiffany mendekat, duduk di sampingnya. Dia mengambil cangkir kopi itu,  jari-jarinya menyentuh tangan Daniel sebentar.  Sentuhan yang dingin,  tanpa kehangatan yang dulu selalu ada.

 "Pahit?" tanya Tiffany lembut.

 Daniel mengangguk. "Seperti hidupku akhir-akhir ini."

BACA JUGA:Jejak Cinta

BACA JUGA:MALING KONDANG

Tiffany menghela napas.  "Aku sudah mengurangi gulanya, seperti yang kau minta."

 "Bukan itu maksudku," Daniel menjawab,  suaranya berat.  

Dia menatap pemandangan diluar jendela, gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi.  

"Aku lelah, Tiffany."

 "Aku tahu," kata Tiffany,  suaranya sedikit bergetar.  "Tapi aku juga lelah, Daniel.  Lelah menunggu, lelah dengan semua alasanmu."

"Aku sibuk, sayang," Daniel menjelaskan,  suaranya terdengar defensif. 

 "Kau tahu bagaimana pekerjaanku."

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan