Suksesi Desa Digital, GM Radar Utara Sharing Jurnalistik dengan Pemerintah Desa
Suksesi Desa Digital, GM Radar Utara & Radarutara.bacakoran.co, Ependi Harian, sharing jurnalistik bersama pemerintah desa-Radar Utara / Benny Siswanto-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Dinamika dan sistem global, menuntut adaptasi hampir di segala tatanan khalayak. Tak hanya pemerintahan, sosial, bisnis bahkan politik. Tak terkecuali jurnalistik, dituntut bertransformasi, namun tetap memegang pakem jurnalisme yang profesional.
Balum lama ini, General Manager Radar Utara dan radarutara.bacakoran.co, Ependi Harian, SE, membagi cerita bersama kalangan pemerintah desa, dalam cara gelaran PT Trie Teknologi Global di Hotel Mercure, Bengkulu, Senin, 5 Mei 2025 yang turut dihadiri Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) serta Pemda Bengkulu Utara itu.
Temu paparan seputar jurnalisme dipadu tanya jawab bersama para elit desa itu, Ependi mencerita, bagaimana media massa yang turut dituntut transformatif, tidak hanya soal sajian wartanya, muatan informasinya sampai dengan kiprah-kiprahnya dalam kapasitas industri bersamaan dengan misi sosial yakni wahana publik.
"Era digitalisasi ini, kami pun dituntut beradaptasi. Bertransformatif. Kalau tidak? mati," ujar Ependi Harian, mematik paparan ringan yang semi dialog interaktif.
BACA JUGA:Aplikasi Loker Merah Putih, Inovasi Digital Mudahkan Pencaker
BACA JUGA:Langkah Migrasi ke eSIM untuk Keamanan Digital Pribadi
Media konvensional, kata dia, segera memasuki fase senjakala dan bisa saja kemudian moksa, ketika tidak dibarengi dengan spirit "mediamorfosis" sejalan dengan perkembangan zaman. Situasi yang tak beda, kata dia memperkirakan, juga terjadi pada penyelenggaraan pemerintahan.
Dia mencontohkan, transformasi pelayanan publik di kanal pemerintahan itu seperti tanda tangan elektronik, KTP elektronik, e-simcard yang tengah didengungkan Kementerian Komdigi, pengaduan secara elektronik, pelaporan secara elektronik, absensi elektronik dan masih banyak lainnya adalah bentuk dari transformasi layanan yang mengedepankan aksesibilitas, efisiensi dan efektivitas pelayanan.
Maka dia memandang, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga pemerintah desa, menjadi kelindan tuntutan sosial untuk bertransformasi dan beradaptasi. Karena layanan publik, tidak hanya menjadi etalase pelayanan semata. Jauh dan kian komplek, terus dia, juga dituntut menjadi problem solver.
Kondisi yang tidak beda, lanjut Ependi Harian, Radar Utara pun menghadapi tuntutan yang tak jauh berbeda. Mediamorfosis, kata dia, mesti harus dilakukan. Lahirlah koran format digital radarutara.bacakoran.co.
BACA JUGA:Kenapa Dana Digital Itu Penting buat UMKM? Begini Penjelasannya
BACA JUGA:Banyak Desa di Bengkulu Dana Desanya Terancam Hangus
Tidak cukup dengan itu saja, terus dia mencerita, transformasi pola, menjalankan partisipasi dua arah, fleksibel, namun tetap tegas dalam timeline, menjadi salah satu kunci untuk tetap bertahan di tengah momok senjakala media massa.
"Saya kira, secara fungsi, tentu media dan pemerintah, adalah dua entitas yang berbeda. Namun dalam tataran pelaksanaan fungsi, saya kira, keharusan adaptasi sektor pelayanan publik, nyaris memiliki kesamaan situasi," ujarnya, memantik pemikiran.
