Suksesi Desa Digital, GM Radar Utara Sharing Jurnalistik dengan Pemerintah Desa
Suksesi Desa Digital, GM Radar Utara & Radarutara.bacakoran.co, Ependi Harian, sharing jurnalistik bersama pemerintah desa-Radar Utara / Benny Siswanto-
Apakah Radar Utara sebagai entitas industri, akan terancam dengan transformasi digital yang terjadi? jawabannya, kata Ependi, adalah tidak. Dengan catatan, lanjut dia lagi, tetap menjunjung profesionalisme kerja, adaptasi dalam program dan pola bisnis serta tidak menjadikan globalisasi di hampir segala sektor yang terjadi sebagai masalah, tapi peluang.
"Karena perkembangan teknologi, tidak bisa kami bendung. Tidak dapat kami hindari. Namun, perlu kami siasati, untuk terus menjadi wahana publik yang eksis serta menyuguhkan laporan karya jurnalistik berdampak," tegasnya.
BACA JUGA:Aplikasi Loker Merah Putih, Inovasi Digital Mudahkan Pencaker
BACA JUGA:Langkah Migrasi ke eSIM untuk Keamanan Digital Pribadi
Ependi turut menegasi, tidak sedikit sisi positif atas era digitalisasi kanal pemerintahan yang turut mempermudah kerja-kerja jurnalistik. Jauh lebih penting dari itu, kata dia, penyelenggaraan tatanan pemerintahan mulai dari pusat, pemerintah daerah hingga pemerintah desa yang transparan dan berakuntabilitas, adalah tuntutan yang harus mampu dijawab secara arif dan bijaksana.
"Maka kami pun mendukung, digitalisasi pemerintahan di segala bidang yang pada prinsipnya dijalankan demi menciptakan good government dan good governance," tukasnya.
Radar Utara Baca Koran, sempat mewawancara Sekretaris Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendesa PDT, Dr Rosyid Althaf, M.Si, MP, soal bagaimana arah pembangunan nasional via desa sebagai mandatory UU Desa dan tantangan kedepan? dia berujar salah satu langkah yang mesti dilakukan oleh desa adalah melaksanakan program pembangunan dan improvisasi layanan yang didasari pada regulasi pemerintah yang berlaku.
"Desa dituntut untuk juga melakukan inovasi, sebagai bagian dari tuntutan transformasi di era globalisasi. Tentunya, dengan berpegang teguh pada aturan yang ada. Jangan menyimpang," wejang Rasyid, saat wawancara dengan Jurnalis RU, Abdurrahman Wachid di Hotel Mercure, Bengkulu, Senin, 5 Mei 2025 sebelum bertolak ke Jakarta.
BACA JUGA:Kenapa Dana Digital Itu Penting buat UMKM? Begini Penjelasannya
BACA JUGA:Banyak Desa di Bengkulu Dana Desanya Terancam Hangus
Mantan Direktur Pengembangan Satuan Permukiman dan Satuan Kawasan Pengembangan Kemendes PDTT (sebelum menjadi 2 kementerian,red) ini, desa memiliki peranan yang begitu strategis untuk turut serta mewujudkan program strategis nasional yang pada muaranya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak hanya mandiri, tapi berdaulat di sektor pangan.
Dengan langkah yang dipersiapkan pemerintah untuk segera diluncur, seperti Koperasi Merah Putih yang akan berkedudukan di desa dan kelurahan sebanyak 80 ribu koperasi, Rasyid mengungkap Kemendes PDT yang terus melakukan penyelarasan program yang salah satunya sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, tentang Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih di Indonesia.
"Modernisasi pelayanan publik yang mencerminkan transformasi layanan yang efektif, responsif serta berkepastian hukum dan transparan kepada publik menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai. Maka, penyelenggaraan pemerintahan desa yang adaptif sangatlah perlu dan dibutuhkan, untuk menjawab tantangan zaman," pungkasnya.
Terpisah, Direktur Trie Teknologi Global, Putri Maharani MF, saat dibincangi menjelaskan sebagai entitas resmi, pihaknya berupaya turut berkontribusi dalam pembangunan di daerah.
BACA JUGA:Aplikasi Loker Merah Putih, Inovasi Digital Mudahkan Pencaker