Iklan doni 2

Bulog Serap 104 Ton Gabah Petani

Bulog Serap 104 Ton Gabah Petani-Radar Utara / Benny Siswanto-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Penyerapan gabah petani oleh Bulog di Kabupaten Bengkulu Utara selama musim panen dengan puncaknya April lalu sebanyak 104 ton. Dari total serapan gabah tersebut, dengan asumsi rendemen atau penyusutan 51% dengan beberapa parameter, salah satunya kadar air, hasil serapan gabah menjadi setara beras sebanyak 53 ton.

Radar Utara Baca Koran membincang Kepala Gudang Bulog Bengkulu Utara, di Komplek Pergudangan Taba Tembilang yang ada di Kecamatan Kota Arga Makmur, Henopi, berujar, serapan gabah yang kemudian diproses pihaknya untuk menjadi setara beras ini, dengan harga beli sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp6.500 per kilogramnya.

"Hasil serapan gabah kita hingga April, sebanyak 104 ton. Atau setara 53 ton beras. Rendemennya 51%," kata Henopi, dibincangi di kantornya, Selasa, 6 Mei 2025. 

Dengan gudang yang dimiliki, Bulog di daerah kini tengah fokus memproduksi hasil serapan gabahnya itu menjadi setara beras, sebelum kemudian masuk ke dalam gudangnya yang berkapasitas 1.000 ton. Kini gudang yang diresmikan penggunaannya oleh Kepala Bulog, Bedu Amang di era Orde Baru turut menyimpan pasokan pangan dari hasil pengadaan sebelumnya dari luar negeri seperti dari negara Vietnam. 

BACA JUGA:Indonesia Cerah, Produksi Padi Melonjak dan Serapan Gabah Tinggi

BACA JUGA:Rente jadi Celah Pengganggu Serapan Gabah Pemerintah

Kebijakan instruktif Presiden Prabowo, praktis kini memberikan warna pada seluruh jajaran gudang milik Bulog tentang asal muasal pasokan beras Indonesia yang mulai menyimpan hasil serapan dari dalam negeri. 

"Hasil serapan gabah ini, nantinya menjadi setara gabah. Kemudian kita simpan di gudang dengan kualifikasi beras jenis medium," terang Henopi. 

Hasil serap gabah petani yang diproyeksikan secara nasional tembus 4 juta ton sebagaimana diterang Mentan Amran Sulaiman, menyebabkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ketika diperlukan untuk digulir, akan dibanjiri oleh beras hasil serapan dalam negeri yang ideal lebih ramah dengan selera masyarakat. 

"Iya, stok di gudang yang ketika SPHP diperlukan, salah satunya beras lokal," ujarnya. Adapun, produk SPHP yang diproduksi Bulog adalah beras jenis medium kemasan berukuran 5 kg dengan HET Rp 65.000. 

BACA JUGA:Serap Gabah Petani, Bulog Bengkulu Berpotensi Lampaui Target

BACA JUGA:Produksi Gabah Melonjak, Beras Jangan Mahal! Jabar 'Intai

Produksi Padi Tahun 2024 

Menyitir arsip Radar Utara Baca Koran pernah melansir berita BPS Bengkulu Utara bertajuk data Indikator Strategis Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2024 mengulas kondisi makro pertanian di daerah. 

Warta BPS itu, menginformasikan beberapa data menarik diantaranya: Pertumbuhan ekonomi 4,18 % (calender to calender 2023); Luas Panen 3.285 hektar (2024); Produktivitas Padi 4.382 ton per hektar (2024) serta Produksi Padi 14.395 ton (2024). Paparan BPS tersebut, berdasarkan kondisi makro pertanian di daerah, merujuk atas dasar harga berlaku. 

Basis Sawah di Kabupaten Bengkulu Utara 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan