Dinas Perikanan Gandeng BPPI Semarang Latih Nelayan Memodifikasi Trawl
Kepala Dinas Perikanan Mukomuko. Eddy Aprianto, SP, MSi-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Sebanyak 80 orang nelayan di Kabupaten Mukomuko, bakal mengikuti pelatihan memodifikasi trawl atau pukat harimau yang diklaim sebagai alat tangkap tidak ramah lingkungan. Untuk pelatihan ini, Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, bakal melibatkan tim pelatih dari Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto, SP, M.Si ketika dikonfirmasi Jumat, 2 Mei 2025 menjelaskan. Untuk jadwal kegiatan pelatihan memodifikasi trawl menjadi alat tangkap ramah lingkungan di Mukomuko, masih menunggu petunjuk dari BPPI Semarang.
"Kami masih menunggu petunjuk dari BPPI Semarang. Yang jelasnya, kapanpun pihak BPPI siap, maka kamipun siap untuk memfasilitasi kegiatan. Untuk kegiatan ini sendiri, akan dilaksanakan di Mukomuko," katanya.
Ia menerangkan, tujuan pelatihan memodifikasi trawl menjadi alat tangkap ramah lingkungan dengan melibatkan puluhan orang nelayan di daerah ini. Yaitu untuk memastikan, nelayan di Kabupaten Mukomuko tidak lagi memakai trawl yang jelas dilarang oleh pemerintah. Selain itu, nelayan bisa mengusai pengetahuan cara memodifikasi trawl menjadi alat tangkap yang ramah lingkungan.
BACA JUGA:Nelayan di Mukomuko Menjerit Hasil Tangkapan Ikan Makin Sulit
BACA JUGA:90 Nelayan Bakal Dilatih Modifikasi Pukat Harimau
"Itu salah satu tujuan utama pelatihan ini dilakukan. Karena sampai sekarang ini, ada sebagian nelayan kita diduga masih menggunakan trawl. Dengan adanya pelatihan itu nanti, selain mereka bisa memodifikasi alat tangkapnya, juga bisa melatih nelayan lain yang menggunakan trawl," ujarnya.
Saat disinggung soal anggaran kegiatan. Eddy menerangkan, untuk ketersediaan anggaran sangat terbatas. Namun kabar baiknya, pihak BPPI Kota Semarang siap mengeluarkan anggaran sendiri baik anggaran keberangkatan menuju ke Mukomuko, penginapan dan lainnya.
"BPPI memiliki anggaran sendiri dan anggaran itu untuk kegiatan tersebut. Jadi kita di daerah ini hanya menyiapkan akomodasi selama pelatihan berlangsung," pungkasnya. (rel)
