Efisiensi Anggaran, Pacu Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Bengkulu
Gubenur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE-Radar Utara / Doni Aftarizal-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Dengan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah (Pemda), sebagaimana kebijakan pemerintah pusat, diyakini dapat memacu percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Bengkulu.
Demikian ditegaskan Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE. Menurutnya, efisiensi yang merupakan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, bukan sekedar penghematan anggaran saja.
"Lebih dari itu merupakan upaya menyelamatkan uang negara, yang bertujuan untuk merealisasikan cita-cita pembangunan menjadi lebih masif," ungkap Helmi.
Buktinya saja, lanjut Helmi, dengan efisiensi anggaran yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, dulu program-program pro rakyat yang sebelumnya tidak ada, menjadi ada.
BACA JUGA:Ditengah Efisiensi Anggaran, Gubernur Helmi Gelar Open House Dengan Sederhana
BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Aspirasi Rakyat Jangan Dipangkas
"Sehingga dengan efisiensi ini, pengalokasian anggaran untuk kepentingan pembangunan daerah dapat menjadi terwujud," kata Helmi.
Seperti, sambung Helmi, sebelum efisiensi dilakukan, alokasi anggaran untuk pembangunan atau perbaikan jalan yang rusak hanya Rp 10 miliar.
"Tapi setelah kita lakukan efisiensi, akhirnya hampir terkumpul hingga Rp 600 miliar. Ini merupakan bukti nyata jika efisiensi, pengalokasian anggaran untuk infrastruktur meningkat signifikan," tegas Helmi.
Helmi menambahkan, atas dasar ini juga pihaknya menargetkan dalam tiga tahun ke depan, pembangunan jalan dan jembatan serta infrastruktur lainnya yang menjadi kewenangan Pemprov Bengkulu tuntas atau selesai.
BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Penataan DDTS Terancam Tertunda
"Sehingga nantinya tidak ada lagi jalan dan jembatan yang rusak, dalam artian semuanya menjadi mulus dan bagus," tambah Helmi.
Lebih lanjut Helmi menyampaikan, meskipun demikian dalam mewujudkan percepatan pembangunan di Provinsi Bengkulu, tidak bisa hanya bisa mengandalkan pemda saja.
