Termotivasi dari Mendagri Tito, Gubernur Helmi Berniat Jadikan Bengkulu Provinsi Konservasi
Gubenur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE-Radar Utara / Doni Aftarizal-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE mengungkap niat dan keinginannya untuk menjadikan Bengkulu yang juga merupakan Bumi Merah Putih, sebagai Provinsi Konservasi.
Niat tersebut terinspirasi setelah Gubernur Helmi Hasan melakukan pembicaraan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Muhammad Tito Karnavian.
"Sebelumnya saya melakukan pertemuan yang berlangsung selama tiga jam di ruangan Mendagri Tito. Dalam pertemuan itu, Pak Mendagri Tito meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya," ungkap Helmi.
Khususnya, lanjut Helmi, saat Beliau (Tito Karnavian, red) bercerita tentang keberhasilan Negara Swedia, dalam mengelola sumber daya alam tanpa merusak lingkungan.
BACA JUGA:Pejabat Pemprov Diultimatum, Helmi Hasan: Pilihan Hanya Bantu Rakyat
BACA JUGA:Gubernur Helmi Ingatkan Masyarakat BS, Jangan Memilih Karena Uang
"Selama tiga jam saya berada di ruangan Beliau, dan Beliau bercerita bahwa Swedia tidak pernah menggali batu bara atau mengeruk emas. Tetapi mereka hidup sejahtera dari pertanian, perkebunan, dan peternakan," kata Helmi.
Cerita ini, lanjut Helmi, yang masih sangat diingatnya. Dimana Swedia menjadi contoh nyata pembangunan berkelanjutan, bisa dicapai tanpa eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam.
"Sehingga ini mendorong saya untuk mengembangkan visi serupa di Bengkulu, karena daerah kita ini kaya keanekaragaman hayati. Namun masih tetap harus menghadapi tantangan dalam pengelolaan lingkungan," ujar Helmi.
Menurut Helmi, dari cerita itu dirinya ingin menjadikan Bengkulu sebagai Provinsi Konservasi. Tentu berbagai langkah dan kebijakan tetap harus dipersiapkan untuk mewujudkan niat tersebut.
BACA JUGA:Audiensi Dengan Gubernur Helmi Hasan, HPMPI Sampaikan Ini
BACA JUGA:Makan Akbar Tumpah Ruah, Helmi: Persatuan Modal Awal Wujudkan Cita-cita Bangsa
"Seperti mengoptimalkan kawasan-kawasan lindung, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penambangan ilegal, serta mendorong ekonomi hijau berbasis pertanian dan pariwisata ekologis," papar Helmi.
Lebih jauh dikatakan Helmi, dalam mewujudkan Provinsi Konservasi, tentunya membutuhkan konsep-konsep yang harus disusun bersama-sama dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
