Tradisi Sadranan Warga Lereng Merapi
Warga mengusung tenong berisi berbagai jenis makanan saat tradisi Nyadran Tenong Kembangsari di Desa Kembangsari, Kandangan, Temanggung, Jateng, Jumat (31/1/2025). -ANTARA FOTO/ Anis Efizudin-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Ribuan warga yang berasal dari 15 desa Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah berkumpul di Alun-Alun Kecamatan Cepogo, Minggu pagi (9/2/2025).
Sebagian besar mereka mengenakan baju tradisional Jawa dan mengusung tenongan (penyimpan makanan dari anyaman bambu) berisikan aneka sajian makanan.
Warga lereng Gunung Merapi tersebut memadati lapangan untuk mengikuti pembukaan Grebeg Sadranan. Perhelatan ini tak hanya dihadiri warga sekitar Cepogo, namun juga masyarakat luar daerah seperti Kartasura, Solo hingga Yogyakarta.
Pergelaran itu menandai dimulainya Sadranan atau Nyadran yang telah dilaksanakan turun temurun oleh masyarakat setempat menjelang bulan suci Ramadan atau Ruwah dalam bulan penanggalan Jawa. Biasanya dilaksanakan secara bergiliran tiap dukuh atau desa mulai tanggal 10 Ruwah ke atas.
BACA JUGA:'Naga Raksasa' Sang Penghuni Sungai Kalimantan
BACA JUGA:Mengulik Misteri Dibalik Mitos Kucing Hitam yang Dipercaya Sebagai Pembawa Kesialan
Untuk itulah, Paguyuban Kepala Desa dan Pemerintah Kecamatan Cepogo menggelar Grebeg Sadranan. Diawali dengan kirab oleh seluruh peserta, perwakilan warga dari 15 desa di kecamatan Cepogo, dari rumah kepala desa Mliwis menuju Alun-alun Pancasila.
Selain tenong berisi berbagai makanan yang dibawa warga, juga ada 9 gunungan. Gunungan ini diisi berbagai penganan khas sadranan, yakni kue apem, sagon, jenang, jadah dan lainnya. Warga juga ada yang mengusung gunungan sayuran hasil bumi dan jajanan pasar.
Arak-arakan warga itu juga ada yang membawa tumpeng berikut lauk pauk lengkap dengan ingkung ayam. Sesampainya di alun-alun, gunungan, puluhan tumpeng, dan ratusan tenong ditaruh berjajar di lapangan.
Di lokasi itu juga sudah ada ribuan warga yang hadir dan ngalap berkah dari Grebeg Sadranan ini.
BACA JUGA:Misteri Kebo Kicak: Mitos yang Menyimpan Kengerian di Pedalaman Jawa
BACA JUGA:Kisah Mistis di Balik Mitos 'Penunggu Hutan Larangan' yang ada di Jawa
Tenongan tersebut terbagi dua kelompok atau arah yakni arah barat. Arah barat yakni dari Desa Wonodoyo, Jombong, Gedangan, Sukabumi, Genting, Cepogo, Kembangkuning dan Gubug.
Sedangkan dari arah timur dari Desa Sumbung, Paras, Mliwis, Jelok, Bakulan, Candigatak dan Cabeankunti.