Saksi Kunci Lenyapnya Nyawa Sutarman Diperiksa Kembali

Saksi Kunci Lenyapnya Nyawa Sutarman Diperiksa Kembali-Radar Utara/Sigit Haryanto-
Pasalnya, setelah menghimpun segala keterangan, kelengkapan dokumen lain seperti hasil visum et revertum dari ahli hingga petunjuk jaksa, masih akan dilanjutkan lagi rekonstruksi perkara.
"Jika terkejar, rencananya rekonstruksi akan digelar pekan depan," terangnya.
BACA JUGA:Lenyapnya Nyawa Sutarman dan Jeritan Histeris Anak Korban
BACA JUGA:Selain Motif Asmara, ternyata Pelaku Pembunuhan di Lembah Duri Juga Tersinggung Gegara Ini....
Hanya saja, Kasat belum mengungkap waktu untuk meminta kembali keterangan tambahan dari pelapor yang notabene istri korban Sutarman yang dihabisi tersangka AG, pada Sabtu, 1 Februari 2025 tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil keterangan sementara yang dimuat dalam Berita Acara Pemeriksaan dan kronologis kejadian, anak istri korban yang berusia belasan tahun, histeris begitu mengetahui kondisi mengenaskan ayan sambungnya akibat sabetan benda tajam.
Mencermati beberapa situasi, saat olah Tempat Kejadian Perkara, diketahui korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tersungkur tepat di sebelah dipan tempat tidur korban yang bersebelahan dengan sebuah ruangan, seperti kamar.
Korban Sutarman, dengan kondisi luka parah di bagian kepala, kentara menjadi sasaran hujam benda tajam hingga membuat kepala belakang bagian bawah dan leher sasaran amuk AG yang begitu membabi buta.
BACA JUGA:Breaking News! Reskrim Polsek Ketahun Ringkus Pelaku Pembunuhan di Lembah Duri, Ada Motif Cinta?
BACA JUGA:Breaking News! Warga Lembah Duri Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher
Jasadnya, tergeletak di antara dipan tempat tidur dan meja makan dengan kondisi lengan sebelah kanan yang memegang karpet warna merah muda, alas tempat tidurnya.
Rekonstruksi aksi keji Ag terhadap Sutarman nantinya, akan kian menjelas bagaimana situasi pada dini hari berdarah, yang sudah mulai memanas sejak Jumat malam, beberapa jam sebelum kejadian.
Dimana, korban dan pelaku, sudah sempat bersitegang dipicu soal bagi hasil pekerjaan yang menurut pelaku, tak sesuai. Konon, Ag yang menumpang di rumah itu selama 3 hari, sempat melontar kata makian hingga ancaman yang turut dipicu persoalan pribadi lainnya.
Simpang siur cerita, turut membersamai peristiwa berdarah yang terjadi di Dusun Lembah Duri Desa Air Sebayur Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. (**)