Iklan doni 2

Persoalan Alur, Warga Enggano Datangi Pelindo dan KSOP Bengkulu

Perwakilan masyarakat Pulau Enggano saat mendatangi PT. Pelindo Regional 2 Bengkulu dan KSOP Kelas III Pulau Baai-Radar Utara/Doni Aftarizal-

BENGKULU.RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Perwakilan warga Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Jum'at 31 Januari 2025 mendatangi PT. Pelindo Regional 2 Bengkulu dan KSOP Kelas III Pulau Baai Bengkulu.

Kedatangan tersebut dipicu persoalan pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, yang dinilai menghambat aktivitas keluar masuk angkutan penumpang khususnya dari Pelabuhan Pulau Baai ke Enggano dan sebaliknya.

Camat Enggano, Susanto, S.Pd mengatakan, kedatangan pihaknya baik itu ke PT. Pelindo Regional 2 Bengkulu dan KSOP Kelas III Pulau Baai Bengkulu, hanya ingin meminta kejelasan terkait kondisi alur Pelabuhan Pulau Baai.

"Karena sama-sama kita ketahui, akibat pendangkalan alur telah memberi dampak, termasuk bagi angkutan penumpang," ungkap Susanto.

BACA JUGA:Soal Alur Pulau Baai, Juhaili: Pendangkalan Harus Segera Teratasi

BACA JUGA:Benang Merah Terpecahkan, Pengerukan Alur Pulau Baai Harus Segera Dilakukan

Menurut Susanto, pendangkalan alur memicu permasalahan tersendiri bagi masyarakat Enggano. Di mana dalam kurun waktu sebulan ini, angkutan penumpang kesulitan ketika ingin bersandar ataupun pergi dari pelabuhan Pulau Baai.

"Baik itu terhadap Kapal Pulo Tello ataupun Kapal Perintis," kata Susanto.

Terlebih, lanjut Susanto, pada saat ada kapal tongkang yang kandas di pintu masuk atau alur pelabuhan, yang menyebabkan kapal angkutan penumpang tidak bisa masuk ataupun keluar.

"Maka dari itu kami berharap kepada pihak-pihak yang bertangungjawab pada pelabuhan, dapat memberikan perhatian khusus bagi kapal penumpang, barang dan sembako untuk masyarakat Enggano," harap Susanto.

BACA JUGA:Benang Merah Terpecahkan, Pengerukan Alur Pulau Baai Harus Segera Dilakukan

BACA JUGA:Rencana Pengerukan Alur Pulau Baai Tak Jelas

Susanto menambahkan, dilatarbelakangi kondisi tersebut, pihaknya tadi berkoordinasi atau audiensi dengan pihak berkompeten seperti Pelindo dan KSOP Bengkulu.

"Dalam audiensi itu, permintaan kita diantaranya agar tongkang yang mengangkut batubara itu dapat diatur keluar masuknya. Misalnya pada saat gelombang sedang pasang, sehingga tidak kandas di pintu alur," ujar Susanto.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan