
Urgensi ini disampaikan Wakil Ketua 1 DPRD Bengkulu Utara, Icram Nur Hidayah yang menilai MBG akan sangat strategis menggerakkan sektor perekonomian yang di daerah, bahkan desa.
BACA JUGA:3 Februari 2025, Program MBG di Bengkulu Dimulai
BACA JUGA:Pelajari Implementasi Program MBG, Studi Tiru ke Dinkes Sumbar
"Mitigasi yang tak kalah penting adalah sektor alur distribusi ini perlu dipersiapkan dengan matang," ujar Ichram, Rabu, 22 Januari 2025, dibincangi rencana MBG di Bengkulu yang direncana akan digulirkan bulan depan.
Poros ekonomi massif, kata dia menganalisa, sangat mungkin lahir disebabkan tingginya kebutuhan pasokan komoditi penunjang dalam program bagi pelajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah yang sasaran programnya akan diperluas oleh pemerintah itu.
Apalagi, kata dia, kebutuhan pasokan bahan baku seperti sayur mayur, sumber lemak hewani dan lainnya, dipastikan akan memantik sirkulasi produk hingga transportasi yang akan memantik perputaran rupiah yang sangat signifikan.
"Maka memerankan sektor penting seperti UMKM, BUMDes menjadi sangat penting juga," terangnya.
BACA JUGA:Uji Coba Program MBG Dimulai di Bengkulu
BACA JUGA:Soal Program MBG, Pemkab Mukomuko Tidak Mau Disebut 'Masa Bodoh'
Radar Utara mencoba menghitung kebutuhan anggaran khusus di Kabupaten Bengkulu Utara saja, jika dikalkulasikan dengan indeks anggaran satu porsi makan senilai Rp 10.000/siswa, kebutuhan anggarannya bisa tembus setengah miliar lebih per hari.
Estimasi anggaran dengan asumsi sekali makan per harinya itu, didapat dari jumlah pelajar Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD jumlahnya sebanyak 7.631 orang, Sekolah Dasar sebanyak 30.880 pelajar dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 11.591 pelajar. (**)