TOL Bengtaba Turut Menyumbang Naiknya Trafik Kendaraan di JTTS
Gerbang TOL Bengtaba-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU.RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Ruas jalan TOL Bengkulu-Taba Penanjung (Bengtaba) yang memiliki panjang 16,7 kilometer, turut menyumbang peningkatan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Secara total sebanyak 2.923.754 kendaraan melintasi seluruh ruas JTTS, khususnya dalam periode H-10 hingga H+10 Lebaran.
Direktur Operasi III Hutama Karya (Persero), Koentjoro mengatakan, total tersebut merupakan akumulasi dari 2.746.461 kendaraan, yang melintasi ruas-ruas TOL operasional.
"Dengan peningkatan sebesar 62,05 persen dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal, dan meningkat 9,10 persen dibandingkan periode mudik lebaran tahun 2024, serta 177.293 kendaraan di ruas TOL fungsional," ungkap Koentjoro.
BACA JUGA:Trafik Kendaraan di TOL Bengtaba Meningkat Pasca Lebaran
BACA JUGA:TOL Bengtaba Dilalui 38.878 Kendaraan
Menurut Koentjoro, peningkatan trafik ini turut dipengaruhi kehadiran dua ruas baru yang dioperasikan diakhir tahun 2024, dan di awal tahun 2025.
"Diantaranya TOL Betung-Tempino-Jambi Seksi 3 (Bayung Lencir - Tempino), dan TOL Binjai-Langsa Seksi 3 (Tanjung Pura - Pangkalan Brandan),” kata Koentjoro.
Koentjoro memaparkan, puncak arus mudik terjadi pada 28 Maret 2025 dengan 140.362 kendaraan atau naik 47,4 persen, dari kondisi normal.
"Sementara puncak arus balik tercatat pada 6 April 2025 dengan 180.722 kendaraan atau naik 90,06 persen dari kondisi normal. Koordinasi di lapangan dan sinergi dengan stakeholder menjadi kunci kelancaran operasional," jelas Koentjoro.
BACA JUGA:Arus Balik, Lonjakan Lalu Lintas di TOL Bengtaba 86,97 Persen
BACA JUGA:H+2 Idul Fitri, VLL Tol Bengtaba Melonjak 214,92 Persen
Disisi lain, lanjut Koentjoro, pihaknya menerapkan strategi komprehensif melalui pemberlakuan potongan tarif TOL 20 persen, selama delapan hari pada 24-27 Maret, 3–4 April dan 8–9 April 2025.
"Pemberlakuan potongan tarif tersebut menghasilkan peningkatan trafik yang menandakan pemberlakuan itu cukup efektif, dalam mengurai lalu lintas," ujar Koentjoro.
