Iklan doni 2

Komunikasi Kebijakan Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Publik di Era Digital

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keynote speech dalam Executive Briefing “Peran Penting Komunikasi Kebijakan Pemerintah” di Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025). -Ahmad Tri Hawaari/Komdigi-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Komunikasi kebijakan dinilai memegang peran krusial dalam memastikan pelaksanaan kebijakan pemerintah dipahami secara jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh masyarakat, terutama di tengah dinamika informasi yang kian cepat di era digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan, kemampuan pemerintah membaca dinamika publik menjadi kunci utama dalam membangun komunikasi kebijakan yang efektif. Hal tersebut disampaikannya dalam Executive Briefing “Peran Penting Komunikasi Kebijakan Pemerintah” di Jakarta Pusat, pada Kamis (11/12/2025).

“Kebijakan yang baik sangat bergantung pada strategi komunikasi yang disusun. Banyak kebijakan sebenarnya bermanfaat, tetapi dinilai buruk karena gagal dikomunikasikan. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua,” ujar Nezar.

Ia menjelaskan, pemerintah perlu memastikan informasi publik tersedia secara tepat waktu dan tepercaya agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar di tengah derasnya arus informasi digital.

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Genjot Digitalisasi Pendidikan Melalui Program Sagusala

BACA JUGA:Raih Penghargaan Disway Media Group, Bank Raya Perkuat Reputasi di Industri Bank Digital

“Semua orang bisa memproduksi informasi dan menyebarkannya melalui platform media sosial. Semua orang adalah produsen sekaligus konsumen informasi. Inilah yang membuat lanskap komunikasi kita begitu riuh,” katanya.

Menurut Nezar, konsistensi dan transparansi dalam menyampaikan fakta, khususnya saat situasi krisis, merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.

“Trust is the new currency. Kepercayaan adalah mata uang baru di tengah ketidakpastian. Jaga kepercayaan publik. Jangan lip service,” tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi kebijakan tidak hanya tercermin dari pesan yang disampaikan, tetapi juga dari kehadiran pejabat, cara mengambil keputusan, serta interaksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas aparatur di bidang komunikasi kebijakan menjadi langkah strategis agar kebijakan dapat dipahami secara utuh oleh publik.

BACA JUGA:Menkomdigi Ajak Orang Tua 'Tunggu Anak Siap' Jelajah Ruang Digital

BACA JUGA:Arah Indonesia Digital Dideklarasikan, Transformasi Masuki Babak Baru

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Kebijakan Pemerintah bagi pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemkomdigi. Kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran buku “Komunikasi Kebijakan” sebagai rujukan aparatur dalam memahami proses kebijakan secara lebih sistematis.

Selain itu, Kemkomdigi telah mengembangkan Learning Management System (LMS) Pembelajaran Komunikasi Kebijakan bekerja sama dengan FISIPOL UGM yang dapat diakses oleh ASN di seluruh Indonesia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan