Program Isbat Nikah Massal di Mukomuko Gatot

Kabag Kesra Setdakab Mukomuko, Amri Kurniadi, S.Ag-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Rencana besar Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mukomuko untuk menghadirkan isbat nikah massal kembali kandas.

Program yang sedianya menyasar 100 pasangan suami istri yang belum mengantongi buku nikah akibat menikah siri atau di bawah tangan itu, dipastikan gagal total setelah anggaran yang sebelumnya telah diusulkan dipangkas imbas kebijakan efisiensi.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Mukomuko, Amri Kurniadi, S.Ag, membenarkan batalnya kegiatan yang sangat dinantikan banyak masyarakat tersebut. Menurutnya, rencana yang sudah disiapkan sejak awal tahun ini tak mampu diwujudkan karena pengetatan anggaran, sehingga kegiatan wajib untuk memberikan kepastian hukum bagi pasangan yang belum tercatat negara itu harus rela tersingkir.

“Sudah dirancang untuk 100 pasangan. Namun karena anggaran terkena efisiensi, program isbat nikah massal tahun ini tidak dapat dilaksanakan,” kata Amri.

BACA JUGA:Isbat Nikah Massal di Mukomuko Masih Wacana, Digelar 2026

BACA JUGA:Rancang Gelar Sidang Isbat Nikah Massal, Tapi Tahun Depan

Diakuinya, pembatalan program ini menjadi pukulan telak bagi banyak keluarga yang sudah berharap memperoleh status hukum pernikahan mereka melalui kegiatan isbat nikah massal. Di Kabupaten Mukomuko sendiri, jumlah pasangan yang belum memiliki buku nikah masih sangat banyak.

"Akibat tidak memiliki akta pernikahan, banyak keluarga kesulitan mengurus administrasi dasar seperti pembuatan akta kelahiran anak, Kartu Keluarga (KK), serta pengajuan bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga pendidikan," katanya.

Kondisi ini kian memprihatinkan karena sebagian besar pasangan tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk mengurus isbat nikah secara mandiri yang membutuhkan biaya dan proses yang cukup panjang. Meski gagal tahun ini, pihaknya memastikan program tersebut tidak dihentikan selamanya. Rencana isbat nikah massal kembali diusulkan untuk anggaran tahun 2026.

“Karena kebutuhan ini sangat mendesak, kegiatan akan kita usulkan lagi pada tahun 2026. Harapan kita bisa disetujui,” pungkasnya. (rel)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan