Iklan doni 2

Dampak Gelombang Tinggi, Jalibar di Pantai Abrasi Air Dikit Tertimbun Material

Terlihat petugas dari BPBD dan Damkar saat membersihkan serakan material di jalinbar pantai abrasi Air Dikit-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Gelombang laut setinggi sekitar tiga meter kembali menerjang kawasan pesisir Kabupaten Mukomuko. Kali ini, hempasan ombak membawa material batu, pasir, dan sampah hingga menutupi sebagian badan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Mukomuko dengan Kota Bengkulu, tepatnya di wilayah pantai abrasi Desa Air Dikit, Kecamatan Air Dikit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 6 November 2025. Gelombang tinggi yang datang berulang membuat material terangkat ke daratan dan memenuhi ruas jalan sepanjang kurang lebih 300 meter. Kondisi ini sempat mengganggu akses lalu lintas masyarakat yang melintas terutama pada malam hingga dini hari.

Menyikapi situasi tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Mukomuko langsung dikerahkan ke lokasi. Mereka melakukan pembersihan agar jalur vital antar daerah tersebut dapat kembali dilalui dengan aman oleh masyarakat.

“Kami menerima laporan adanya material yang menutupi badan jalan akibat gelombang tinggi. Tim langsung bergerak melakukan pembersihan di sepanjang titik yang terdampak,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah.

BACA JUGA:Gelombang Tinggi Mengancam, Warga Diminta Tidak Mandi di Pantai

BACA JUGA:Dihantam Gelombang Tinggi, Tanggul Pantai Abrasi dan Kios Warga Rusak

Menurutnya, material yang memenuhi badan jalan terdiri dari batu, pasir, dan sampah yang terbawa arus hingga berserakan di atas jalan. Dengan menggunakan peralatan pendukung, petugas melakukan penyisiran serta pembersihan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Meski ruas jalan sempat terdampak, akses kendaraan masih dapat dilalui dengan pengaturan ekstra hati-hati. Upaya pembersihan yang dilakukan sejak pagi hingga siang hari diharapkan mengembalikan kondisi jalan seperti semula dan meminimalkan risiko bagi pengendara.

Ahmad Hidayat Syah menambahkan, fenomena gelombang tinggi ini merupakan ancaman yang berulang di daerah pesisir Mukomuko, terlebih di kawasan yang telah mengalami abrasi. Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pantai, untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan gelombang sewaktu-waktu.

“BPBD akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika melihat kondisi yang berpotensi membahayakan,” tambahnya.

BACA JUGA:BPBD Imbau Nelayan Waspada, Gelombang Tinggi Ancam Perairan Mukomuko Hingga Awal Oktober

BACA JUGA:Gelombang Tinggi Mengancam, Warga Diminta Tidak Mandi di Pantai

Kini, kondisi jalan berangsur membaik setelah ditangani petugas. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi kunci, mengingat dinamika cuaca dan gelombang laut masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

"Yang jelas, masyarakat yang melintasi jalinbar di wilayah itu harus selalu waspada khususnya pada saat malam hari," pungkasnya. (rel)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan