Selama Oktober, Delapan Kasus DBD Terdeteksi di Mukomuko
Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Ruli Herlindo, SKM--
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO –Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kini mulai menunjukkan peningkatan kasus di wilayah setempat. Selama bulan Oktober 2025, tercatat sudah ada delapan warga di Kabupaten Mukomuko yang dinyatakan positif terjangkit DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM, melalui Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Ruli Herlindo, SKM menjelaskan, dari delapan kasus yang dilaporkan, wilayah Ipuh menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni sebanyak empat kasus. Sementara sisanya tersebar di Air Rami dua kasus, Retak Mudik satu kasus, dan Teras Terunjam satu kasus.
“Kasus ini kita pantau terus. Saat ini memang curah hujan di beberapa wilayah meningkat, sehingga potensi munculnya jentik nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab DBD juga semakin besar,” ujar Ruli.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan mengerahkan petugas kesehatan di puskesmas untuk melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi temuan kasus. Selain itu, dilakukan pula sosialisasi dan pengasapan (fogging) di beberapa titik yang berpotensi menjadi sumber penularan.
BACA JUGA:Kasus DBD di Mukomuko Bertambah, Warga Diminta Jaga Kebersihan
BACA JUGA:Gerakan 3M Plus Efektif Tekan Angka Kasus DBD di Mukomuko
Namun, menurut Ruli, upaya pencegahan yang paling efektif tetap berasal dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara sarang dan jentiknya tidak akan hilang jika tidak dilakukan pemberantasan secara rutin oleh masyarakat sendiri,” tegasnya.
Ia mengajak warga untuk kembali menggiatkan gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta Plus dengan upaya tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik dan tidak menggantung pakaian terlalu lama di dalam rumah. Ruli juga menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap gejala DBD, terutama pada anak-anak.
“Jika ada anggota keluarga mengalami demam tinggi mendadak, nyeri sendi, atau muncul bintik merah di kulit, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.
Dengan meningkatnya intensitas hujan di bulan Oktober ini, Dinas Kesehatan berharap masyarakat tidak abai terhadap kebersihan lingkungan. Gotong royong membersihkan halaman, selokan, dan tempat penampungan air diharapkan menjadi gerakan bersama di tiap desa untuk menekan penyebaran DBD di Kabupaten Mukomuko.
BACA JUGA:Kasus DBD di Mukomuko Bertambah, Warga Diminta Jaga Kebersihan
BACA JUGA:Gerakan 3M Plus Efektif Tekan Angka Kasus DBD di Mukomuko
“Kebersihan lingkungan adalah kunci utama. Mari bersama-sama menjaga Mukomuko agar tetap sehat dan bebas dari DBD,” pungkasnya. (rel)