Harga Cabai Merah Meroket, Daya Beli Masyarakat Tertekan
Harga Cabai Merah Meroket, Daya Beli Masyarakat Tertekan-Radar Utara / Benny Siswanto-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Pasar tradisional di Kota Bengkulu sepanjang pekan ini disesaki berbagai keluhan, terutama dari masyarakat pembeli.
Ini lantaran harga cabai merah keriting yang meroket tajam yakni berkisar antara Rp 65.000 hingga Rp 75.000 per kilogram, hingga menyebabkan daya beli masyarakat kian tertekan.
"Iya, dari seminggu lalu sudah naik pelan-pelan, tapi sekarang benar-benar tinggi. Untuk yang bagus dan segar bisa Rp 75.000. Ini yang paling mahal belakangan ini," ujar salah satu Pedagang di Pasar Panorama, Santi.
Menurut Santi, kenaikan harga ini langsung berdampak pada volume penjualan. Pembeli yang biasanya mengambil satu atau dua kilogram, kini hanya membeli seperempat.
BACA JUGA:Mengulik Kandungan Serta Manfaat Kesehatan dari Mengkonsumsi Cabai Jalapeno
BACA JUGA:Ini 9 Manfaat Kesehatan dari Mengkonsumsi Cabai Paprika Untuk Tubuh
"Bahkan beberapa pembeli, hanya membeli secukupnya saja untuk memenuhi kebutuhan," ujar Santi.
Sementara itu, salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) Kota Bengkulu, Rumiati mengaku harus sangat mempertimbangkan kembali pengeluaran untuk dapur.
"Ini sangat memberatkan. Cabai itu kan kebutuhan pokok kita untuk masak sehari-hari. Sekarang masak sambal saja jadi mikir dua kali," kata Rumiati.
Rumiati menambahkan, kenaikan harga cabai merah ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Tapi yang jelas, dengan kenaikan ini berdampak pada daya belinya.
"Saya yang sekali ke pasar biasanya beli hingga sekilo, untum stok selama kurang lebih sepekan. Tapi sekarang ini hanya setengah kilo saja," singkat Rumiati. (tux)
