Iklan doni 2

Petani Padi Kewalahan Hadapi Serangan Burung Pipit

Petani Padi Kewalahan Hadapi Serangan Burung Pipit-Radar Utara / Eri Helmian-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Musim panen padi hampir tiba, bulir bulir padi nampak mulai menguning. 

Sayangnya, seiring menuanya padi jelang panen,  masyarakat Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara harus menghadapi serangan hama padi berupa burung pipit.

Salah seorang petani padi di Desa Sumber Agung, Wati 50 Tahun, mengeluhkan keadaan yang nyaris tanpa solusi selain harus tiap hari menjaga tanaman padi dari gangguan burung.

Dikatakan Wati, sudah hampir sebulan dirinya tidak bisa melakukan aktifitas lain selain mengusir burung di sawah. 

BACA JUGA:Rehabilitasi Irigasi Diminta Tidak Ganggu Musim Tanam Petani

BACA JUGA:Petani di Mukomuko Diminta Urus Sertifikat Prima

Berbagai upaya telah dilakukan seperti memasang orang-orangan sawah, memasang tali hingga seng bekas, tapi tidak membuat burung takut untuk hinggap.

"Sekarang makin susah, jangankan orang-orangan sawah, dengan orang saja burung pipit ini sudah tidak takut lagi. 

Diteriaki pun tidak pergi, maunya diusir dengan cara didekati," ucap Wati.

Masih menurut Wati, solusinya saat ini cuma ditunggu, terutama pada pagi dan sore hari. 

"Siang pun kalau cuaca mendung burung burung tetap turun, apa lagi kalau hujan rintik rintik, ya gimana lagi, harus ditunggu. 

BACA JUGA:Sampah Tutup Saluran Drainase, Petani Desa Arah Tiga Mengeluh

BACA JUGA:Petani Nikmati Kemerdekaan, Pemerintah Hadir dengan Kebijakan Pro Petani

Kalau tidak ditunggui bisa bisa gagal panen dan tidak dapat apa apa, resikonya kita tidak bisa melakukan pekerjaan lain selama satu bulan" tambah Wati.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan