Sampah Tutup Saluran Drainase, Petani Desa Arah Tiga Mengeluh
Terlihat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air irigasi di Desa Arah Tiga Kecamatan Lubuk Pinang-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Petani di Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, kini benar-benar dibuat resah. Pasalnya, aliran air irigasi menuju areal persawahan warga sering terhambat akibat tumpukan sampah yang menutup saluran drainase serta pintu air.
Kondisi tersebut terjadi karena masih adanya kebiasaan buruk sebagian warga yang dengan sengaja membuang sampah rumah tangga ke saluran air. Akibatnya, air yang seharusnya mengalir lancar ke lahan sawah justru tersumbat dan menggenang.
Samsu, salah seorang petani di Desa Arah Tiga, mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah berlangsung cukup lama. Meski para petani sudah berulang kali melakukan pembersihan secara swadaya, namun sampah kiriman dari hulu drainase selalu kembali menumpuk.
“Sudah sering kami bersihkan, tapi tidak lama setelah itu sampah datang lagi. Air jadi tersumbat, sawah kami kekurangan air. Jelas ini merugikan kami para petani,” keluh Samsu.
Ia menambahkan, para petani merasa kewalahan menghadapi masalah ini, sebab sampah yang menumpuk itu kiriman dari aliran hulu. Hal ini menuntut perhatian lebih serius dari semua pihak agar dampaknya tidak semakin luas terhadap keberlangsungan produksi pertanian.
BACA JUGA:KLHK Turun Tangan, Pengelolaan Sampah di Mukomuko dalam Pengawasan Khusus
BACA JUGA:Minimnya Kesadaran, Jalur Dua Jadi Tempat Sampah Bakal Disulap Jadi Taman Indah
"Saya berharap, tolong hentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan ke aliran air drainase. Karena air itu sangat kami butuhkan," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Irigasi Manjunto, Debiriadi, SAP, mengakui pihaknya bersama jajaran kerap melakukan pembersihan saluran drainase. Bahkan, hampir setiap minggu mereka menggelar kegiatan gotong royong bersama petani untuk mengangkat sampah dari pintu air.
“Kami sudah berulang kali memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran drainase, tetapi sampai sekarang imbauan itu belum diindahkan. Padahal, dampaknya langsung dirasakan oleh petani kita sendiri,” tegasnya.
Ia berharap, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan segera tumbuh. Menurutnya, menjaga kebersihan saluran air bukan hanya tugas pemerintah atau petani, melainkan tanggung jawab bersama demi kepentingan masyarakat luas.
“Kami akan terus berupaya, tapi tanpa dukungan warga tentu sulit. Mudah-mudahan saja ke depan masyarakat benar-benar menghentikan kebiasaan membuang sampah ke saluran irigasi,” pungkasnya. (rel)
