Iklan doni 2

Bersama Kapolda, Wagub Mi'an Jenguk Siswa Keracunan dan Tutup Sementara Dapur MBG

Wagub Mi'an saat meninjau siswa yang menjadi korban keracunan program MBG-Radar Utara/Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Gerak cepat dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, setelah menerima kabar ratusan siswa di Kabupaten Lebong keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dimana Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an bersama Kapolda, Irjen Pol. Mardiyono menjeguk para korban keracunan dan menutup sementara dapur MBG yang menyediakan makanan, Kamis 28 Agustus 2025.

Wagub Mi'an mengatakan, kunjungan yang dilakukan pihaknya merupakan langkah cepat, dan responsif dengan meninjau secara langsung RSUD Lebong.

"Ini kita lakukan untuk memastikan penanganan yang optimal, serius dan penuh tanggungjawab terhadap ratusan siswa, yang menjadi korban keracunan usai mengonsumsi MBG," ungkap Mi'an yang juga menyebutkan ada 427 siswa mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah dan lemas.

Menurut Mi'an, pihaknya bersama OPD terkait dan Kapolda Bengkulu, tentunya berkomitmen untuk turutmenangani semua korban sebaik mungkin.

BACA JUGA:Dugaan Keracunan MBG di Lebong, Gubenur Helmi Minta Diselidiki

BACA JUGA:Sayuran Segar Program MBG Bebas Residu Berbahaya, Dinas Ketahanan Pangan Ingatkan Soal Higienitas

"Menyikapi keterbatasan logistik, kita segera memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu untuk mengirimkan stok obat tambahan guna mengantisipasi kebutuhan darurat," kata Mi'an.

Dilanjutkan Mi'an, meskipun stok yang ada saat ini masih dinilai cukup untuk sekitar 100 pasien, tapi sebagai bentuk kehati-hatian dan kesiapsiagaan pihaknya tetap melakukan pengiriman.

"Dalam persoalan ini, kita tidak hanya fokus pada penanganan medis saja, tetapi juga mengambil tindakan preventif dengan menutup sementara operasi dapur MBG yang diduga menjadi sumber keracunan makanan," tegas Mi'an.

Mi'an menambahkan, penutupan ini untuk kepentingan penyelidikan mendalam yang dilakukan aparat penegak hukum, dan tim investigasi guna mengungkap adanya unsur kelalaian atau kesengajaan.

"Titik berat pemerintah saat ini adalah pemulihan kesehatan korban. Sebagai bentuk dukungan lain, kita juga minta BAZNAS untuk menyiapkan makanan tambahan yang bergizi bagi para korban selama tiga hingga empat kali ke depan," tambah Mi'an.

BACA JUGA:Resmi Beroperasi, Komitmen Dapur MBG Yayasan CAA Laksanakan Program Pemerintah

BACA JUGA:Bupati ASA Simak Pidato Presiden, Soal Efisiensi dan MBG Jadi Perhatian

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan