Mukomuko Terima DAK Revitalisasi Rp17,8 Miliar untuk SD dan SMP
Kabid Dikdas, Ramon Hosky, ST-Radar Utara/Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Dunia pendidikan di Kabupaten Mukomuko tahun ini kembali mendapat angin segar. Pasalnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Revitalisasi senilai Rp17,8 miliar. Dana ini diperuntukkan untuk membiayai kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Ramon Hosky, ST, ketika dikonfirmasi, Senin, 25 Agustus 2025 menyampaikan bahwa total ada 18 sekolah yang mendapatkan manfaat dari program revitalisasi ini. Rinciannya, sebanyak 10 SMP memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp13,3 miliar dan 8 SD mendapatkan alokasi sekitar Rp4,5 miliar.
“DAK ini ditujukan untuk membiayai sejumlah kegiatan fisik yang dibutuhkan sekolah. Di antaranya pembangunan toilet, rehabilitasi ruang kelas belajar (RKB), pembangunan RKB baru, penyediaan laboratorium komputer, ruang UKS, hingga sarana pendukung lain,” ujar Ramon.
Menurutnya, mekanisme pelaksanaan DAK revitalisasi tahun ini dilakukan dengan skema swakelola. Artinya, pihak sekolah yang melaksanakan langsung kegiatan pembangunan dengan sistem kontrak bersama pemerintah pusat.
BACA JUGA:Kekurangan Mebeler Masih Mewarnai Sekolah Negeri di Mukomuko
BACA JUGA:Soal Sekolah Rusak, Dinas Pendidikan Mukomuko Upayakan Perbaikan Bertahap
“Jadi dalam teknisnya, sekolah berhubungan langsung dengan pemerintah pusat, sementara dinas pendidikan tetap melakukan fungsi pendampingan serta pengawasan,” tambahnya.
Meski begitu, Ramon mengungkapkan masih ada beberapa sekolah yang belum sepenuhnya menyelesaikan proses pengajuan. Hingga saat ini, tercatat masih ada tiga SMP dan satu SD yang tertinggal dalam pengusulan sehingga dana belum dapat diturunkan.
“Memang ada sebagian sekolah yang agak lambat dalam proses administrasi. Namun, kami tetap berupaya agar mereka bisa segera menyusul sehingga semua bisa merasakan program ini,” jelasnya.
Disdikbud Mukomuko menilai program revitalisasi sarana pendidikan ini sangat penting untuk meningkatkan mutu belajar siswa. Pasalnya, masih banyak sekolah yang membutuhkan dukungan sarana memadai. Misalnya, ruang kelas yang rusak, keterbatasan toilet yang layak, hingga belum tersedianya laboratorium komputer yang saat ini menjadi kebutuhan mendesak di era digital.
“Harapan kami, melalui DAK revitalisasi ini, kualitas layanan pendidikan di Mukomuko semakin meningkat. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman dan guru pun terbantu dengan fasilitas yang representatif,” ungkapnya.
Program DAK Revitalisasi juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan. Dengan pola swakelola, sekolah diberi ruang lebih besar untuk mengelola pembangunan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
BACA JUGA:Kekurangan Mebeler Masih Mewarnai Sekolah Negeri di Mukomuko
BACA JUGA:Soal Sekolah Rusak, Dinas Pendidikan Mukomuko Upayakan Perbaikan Bertahap
