Kisah Mistis Sumur Tua Lebak Tunda di Jawa Barat yang Bikin Merinding
Ilustrasi Kisah mistis Sumur Tua Lebak Tunda di Jawa Barat menyimpan mitos dan misteri yang dipercaya turun-temurun. Simak kisah selengkapnya.-ist-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Di sebuah kampung tua yang terletak di pinggiran Kota Purwakarta terdapat sebuah sumur tua yang konon menurut keterangan masyarakat telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda.
Sumur tua itu dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan sumur Lebak Tunda.
Semenjak insiden yang mengerikan terjadi puluhan tahun yang lalu di sumur tua tersebut, tidak ada yang lagi warga yang berani mengambil airnya.
Sebuah tragedi yang menyingkap sebuah lubang aneh yang berada di dasar sumur tua tersebut. Lubang aneh tersebut hingga kini menjadi misteri yang belum dapat dijelaskan secara logika oleh manusia.
BACA JUGA:Mengingat Kembali Peristiwa Rengasdengklok: Aksi Penculikan, Tokoh Kunci dan Dampak Pentingnya
Menurut cerita pada sekitaran tahun 1937 sumur tua tersebut menjadi satu-satunya sumber air bagi penduduk desa. Setiap pagi serta sore hari suara ember yang beradu dengan dinding sumur akan menjadi nyanyian harian yang dapat menyenangkan hati.
Akan tetapi semua itu berubah pada saat seorang pemuda yang bernama Karta anak juru kunci dari sumur tua tersebut turun ke dalam sumur tersebut untuk membersihkan sumur.
Menurut cerita pada saat Karta turun warga yang berjaga di atas sempat mendengar suara teriakan yang tertahan lalu kemudian sunyi, warga yang berjaga di atas menarik tali akan tetapi yang muncul hanya ember kosong serta tali yang terpotong seperti digerogoti oleh sesuatu dari dalam sumur tersebut.
Pencarian Karta pun dilakukan oleh warga selama berhari-hari, akan tetapi tubuh Karta tidak pernah ditemukan.
BACA JUGA:Rengasdengklok, Kota Pangkal Perjuangan hingga Jejak Kolonis Cornelis de Houtman akan Karawang
Sejak saat itu warga yang berani mengintip ke dalam sumur bersaksi jika di bawah sumur tua tersebut ada sebuah lubang hitam yang berukuran besar.
Namun lubang tersebut tidak seperti lubang biasa pada umumnya, lubang tersebut tidak memantulkan suara, tidak menampakkan dasar dan seperti menyedot cahaya bahkan sinar matahari yang coba diturunkan oleh warga dengan menggunakan cermin lenyap di dalamnya.
