Sejarah dan Mitos Astana Gede Kawali di Ciamis : Mitos, Sejarah, Jejak Akhir Peradaban Kerajaan Sunda Galuh
Telusuri sejarah Astana Gede Kawali yang kaya! ulasan mitos, peninggalan bersejarah, dan makam leluhur yang menyimpan rahasia Kerajaan Galuh.-VisitCiamis -
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Astana Gede Kawali merupakan sebuah situs bersejarah yang terletak di Ciamis, Jawa Barat, menyimpan berbagai legenda, mitos dan keyakinan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Apalagi mitos-mitos ini seringkali terkait dengan batu yang ada di terdapat di situs tersebut dan dipercaya memiliki kekuatan gaib atau makna simbolis.
Selain itu, konon pada masa lalu, Astana Gede dikenal sebagai Kabuyutan sanghyang Lingga Hyang. Adapun untuk istilah nama Astana Gede (Astana berarti makam dan Gede artinya besar), tempat ini berfungsi sebagai tempat pemujaan raja-raja terdahulu yang masih menganut agama Hindu.
Bahkan konon, situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Sunda-Galuh dan menjadi tempat penting pada masa pemerintahan raja-raja Galuh.
BACA JUGA:Siapa Maharesi Jayasingawarman? Kisah Raja Pertama Tarumanegara yang Berasal dari India
BACA JUGA:Uji Nyali di Purwakarta: 5 Tempat Angker Paling Populer, dari Waduk Hingga Tol Cipularang
Tempat ini banyak peninggalan tersebut meliputi enam prasasti batu dengan tulisan Sunda Kuno, tiga batu menhir, dan sebelas makam kuno.
Situs Astana Gede Kawali tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah Sunda, tetapi juga berfungsi sebagai warisan budaya yang memperkaya identitas bangsa.
Ditambah di Astana Gede Kawali, terdapat juga dua makam Islam, yaitu Raden Singacala dan Pangeran Usman. Keduanya merupakan tokoh penyebar agama Islam yang utusan oleh Kesultanan Cirebon setelah Kerajaan Galuh runtuh.
Di mana Astana Gede Kawali sangat penting dari aspek kesejarahan dan saat dikatakan menjadi pusat peninggalan Kerajaan Galuh.
Mitos-Mitos di Astana Gede Kawali
1. Mitos Batu Pelinggih
