Iklan doni 2

Insun Madangan Dan Menjadi Sumedang 1578 Didirikan Prabu Tajimalela

Ruas Jalan ketika memasuki Sumedang -Wildan Pratomo / RRI Bandung-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Sumedang berasal dari ungkapan "Insun Madangan" yang diucapkan oleh Prabu Tajimalela, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah daerah tersebut.

Ungkapan "Insun Madangan" memiliki arti "aku memberi penerangan" atau "aku membawa cahaya". Seiring waktu, pelafalan frasa ini mengalami perubahan menjadi "Sun Madang", yang kemudian berkembang dan dikenal sebagai "Sumedang".

Sedangkan untuk Pendiri Kabupaten Sumedang sendiri adalah Prabu Tajimalela, yang juga dikenal sebagai pendiri Kerajaan Sumedang Larang, cikal bakal dari terbentuknya Kabupaten Sumedang.

Ia merupakan penerus takhta Kerajaan Tembong Agung, sebuah kerajaan yang sebelumnya didirikan oleh Prabu Aji Putih.

BACA JUGA:Kerajaan Sumedang Larang : Asal Mula, Era Digdaya dan Runtuh 1620 M

BACA JUGA:Gunung Lingga Sumedang: Misteri Prabu Tajimalela dan Jejak Sejarah Kerajaan Sumedang Larang

Di sisi lainnya juga bahwa Kota Sumedang, yang merupakan ibu kota Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memiliki sejarah panjang yang berakar pada keberadaan Kerajaan Sumedang Larang.

Nama Sumedang diyakini berasal dari ungkapan "Insun Madangan" yang diucapkan oleh Prabu Tajimalela, penguasa kerajaan tersebut.

Ungkapan tersebut berarti "saya lahir untuk memberi penerangan". Seiring waktu, pelafalan "Insun Madangan" berubah menjadi "Sun Madang", dan akhirnya dikenal dengan nama Sumedang.

Di samping itu Kabupaten Sumedang secara resmi didirikan pada tanggal 22 April 1578. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Sumedang, yang menandai kelanjutan dan transformasi dari Kerajaan Sumedang Larang di masa lampau.

BACA JUGA:Mengungkap Pesona Gunung Palasari Sumedang : Jejak Kerajaan, Lokasi, hingga Sejarah

BACA JUGA:Mengulas Mitos Buaya Putih Serta Sejarah Waduk Jatigede Sumedang

Sumedang memiliki beberapa julukan yang khas. Julukan yang paling populer adalah "Kota Tahu", merujuk pada makanan khasnya, yaitu tahu Sumedang yang sangat terkenal. Pada era 1960-an, Sumedang juga pernah dijuluki "Kota Buludru" karena dikenal sebagai kota yang bersih dan rapi. Selain itu, seorang penulis Belanda bernama Wijnand Kerkhoff pernah menyebut Sumedang sebagai "Surga dari Jawa" karena keindahan alam dan pesonanya.

Di balik itu semua Sumedang memiliki beberapa julukan yang khas. Julukan yang paling populer adalah "Kota Tahu", merujuk pada makanan khasnya, yaitu tahu Sumedang yang sangat terkenal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan