Gunung Lingga Sumedang: Misteri Prabu Tajimalela dan Jejak Sejarah Kerajaan Sumedang Larang
Ingin tahu di mana Gunung Lingga? Ungkap misteri Makam Prabu Tajimalela dan asal-usul Sumedang Larang di sini!-youtube @PELOSOK GARUT-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Gunung Lingga dan hubungannya dengan sejarah Sumedang Larang, tak hanya sekadar situs tapi menyajikan cerita lawas mulai dari kisah heroik hingga spiritual di wilayah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Mengulas Gunung Lingga Sumedang, tak lepas dari sosok penting Prabu Tajimalela. Gunung ini adalah saksi bisu di balik berdirinya salah satu kerajaan paling bersejarah di tatar Sunda.
Sepanjang sejarahnya, gunung ini telah mengalami berbagai perubahan nama, dari yang awalnya dikenal sebagai Tembong Agung hingga akhirnya populer dengan sebutan Gunung Lingga. Perubahan nama ini mencerminkan perjalanan panjang dan signifikansi gunung dalam narasi sejarah lokal.
Pendiri Sumedang Larang da apa katainnya dengan Gunung Lingga? dalam banyak narasi, Prabu Tajimalela merupakan sosok sentral dalam sejarah Sumedang.
BACA JUGA:Mengungkap Pesona Gunung Palasari Sumedang : Jejak Kerajaan, Lokasi, hingga Sejarah
BACA JUGA:Sabana Van Bandung, Mitos dan Kisah Mistis Gunung Pangradinan Cikancung
Prabu Tajimalela merupakan pewaris dari Kerajaan Tembong Agung yang didirikan sang ayah, Prabu Guru Aji Putih. Di tangan Prabu Tajimalela inilah, Kerajaan Tembong Agung kemudian berganti nama menjadi Sumedang Larang.
Istilah Sumedang Larang sendiri diambil Prabu Tajimalela, usai mendalami ilmu Kasumedangan. Menurut sumber tradisi, Prabu Tajimalela melakukan perjalanan spiritual ke berbagai tempat, termasuk gunung.
Hingga akhirnya menetap di Gunung Mandala Sakti (sekitar Situraja). Konon, di sana ia memperoleh ilmu Kasumedangan. Setelah itu, ia menamai kerajaannya Sumedang Larang dan mengubah namanya menjadi Prabu Tajimalela.
Makna "Sumedang" dan Fenomena Cahaya di Gunung Lingga
Jurnal Patanjala menyebutkan bahwa istilah "Sumedang" berasal dari ungkapan "insun medal, insun madangan," yang berarti "aku terlahir, aku memberi penerangan."
BACA JUGA:Gunung Puntang, Jejak Kerajaan, Penjajahan Belanda hingga Kisah Mistisnya
BACA JUGA:Menguak Mitos Gunung Sangar di Jawa Barat: Alasan Penamaan dan Dimana Lokasi Gunung Ini Sebenarnya?
Ungkapan ini merujuk pada peristiwa saat Prabu Tajimalela mengangkat anak keduanya, Gajah Agung, sebagai penerus tahta kerajaan.
